home edukasi & pesantren

Polemik Anak Nakal Dikirim ke Barak Militer, Dosen UM Surabaya: Kebijakan Problematik

Ahad, 11 Mei 2025 - 20:59 WIB
Polemik Anak Nakal Dikirim ke Barak Militer, Dosen UM Surabaya: Kebijakan Problematik
Sejumlah kepala daerah mengeluarkan kebijakan kontroversial terkait penanganan anak-anak nakal dengan mengirim mereka ke barak militer.

Pernyataan tersebut dilontarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Cianjur Mohamad Wahyu Ferdian, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, dan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie.

Hal tersebut mendapat kritikan tajam dari berbagai akademisi, salah satunya Radius Setiyawan akademisi Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya).

Menurut Radius langkah tersebut tidak sejalan dengan paradigma pendidikan dan justru berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan anak.

Baca juga:Pembinaan Siswa di Barak Militer Dinilai sebagai Militerisasi Dunia Pendidikan

"Mengirim anak-anak nakal ke barak militer bukan solusi yang tepat. Terdapat tiga alasan utama mengapa kebijakan ini problematik dari sudut pandang pendidikan," ujar Dosen Kajian Budaya dan Media,Radius.

Pertama, barak militer tujuannya jelas sangat berbeda dengan lembaga pendidikan anak. Tentara dilatih untuk memiliki fisik dan mental yang kuat melalui metode disiplin keras, termasuk bentakan dan hukuman fisik.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya