home masjid

Kisah Sufi: Kandil Besi

Senin, 12 Mei 2025 - 05:15 WIB
Cerita ini mengacu dalam bentuk tersamar pada latihan-latihan tertentu bagi para darwis. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Kisah ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".

Konon, ada seorang janda miskin sedang melihat keluar jendela rumahnya, ketika dilihatnya seorang darwis bersahaja menyusuri jalan. Darwis itu tampak sangat letih, dan jubahnya yang compang-camping sangat kotor. Jelas sekali bahwa darwis itu membutuhkan pertolongan.

Wanita itu pun segera menghampiri sang darwis dan berkata, "Darwis yang mulia, aku tahu bahwasannya engkau adalah salah satu dari Yang Terpilih, tetapi tentu ada saatnya ketika orang biasa seperti saya pun memiliki kesempatan untuk membantu Para Pencari. Datang dan bermalamlah di rumahku, sebab bukankah ada dikatakan: "Barangsiapa menolong Para Sahabat akan ditolong, dan siapa yang menyakiti mereka akan disakiti, meskipun cara dan waktunya adalah suatu misteri."

"Terima kasih, wanita baik," kata darwis itu. Maka, ia pun masuk ke gubuk tersebut. Di sana ia beristirahat selama beberapa hari.

Wanita ini mempunyai seorang anak bernama Abdullah, yang hidupnya begitu-begitu saja sebab ia menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk menebang kayu dan menjualnya di pasar setempat. Abdullah tak dapat menambah pengalaman hidupnya yang niscaya bisa digunakannya untuk menolong ibunya dan dirinya sendiri.

Baca juga: Kisah Sufi Jalaludin Rumi: Saudagar dan Darwis Kristen

Darwis itu berkata kepadanya, "Anakku, aku seorang yang berilmu, meskipun tampak tidak berdaya. Tuan, ikutlah aku berkelana dan akan kutunjukkan padamu kesempatan-kesempatan besar. Hal ini tentu bila ibumu setuju."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya