Penyebaran Islam yang Cepat dan Hubungannya dengan Kaum Nasrani
Miftah yusufpati
Senin, 12 Mei 2025 - 16:30 WIB
Meskipun secara formal Perang Salib telah lama berakhir, fanatisme gereja Kristen terhadap Muhammad justru mencapai puncaknya pada masa-masa berikutnya. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Islam menyebar ke seluruh penjuru dunia dalam waktu singkat. Sebelum Nabi Muhammad SAW wafat, Allah telah menyempurnakan agama ini bagi kaum Muslimin. Dalam pada itu Rasul pun telah meletakkan landasan penyebaran agama itu: dikirimnya misi kepada Kisra, kepada Heraklius dan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa lain supaya mereka sudi menerima Islam.
"Tak sampai 150 tahun sesudah itu, bendera Islam sudah berkibar sampai ke Andalusia di Eropa sebelah barat, ke India, Turkestan, sampai ke Tiongkok di Asia Timur, juga telah sampai ke Syam --meliputi Syuriah, Lebanon, Yordania dan Palestina sekarang--, Irak, Persia dan Afganistan, yang semuanya sudah menerima Islam," tulis Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" (Pustaka Jaya, 1980).
Selanjutnya, negeri-negeri Arab dan kerajaan Arab, sampai ke Mesir, Cyrenaica, Tunisia, Aljazair, Maroko, -sekitar Eropa dan Afrika- telah dicapai oleh misi Rasulullah SAW.
Dan sejak waktu itu sampai masa kita sekarang ini panji-panji Islam tetap berkibar di semua daerah itu, kecuali Spanyol yang kemudian diserang oleh Kristen dan penduduknya disiksa dengan bermacam-macam cara kekerasan. Tidak tahan lagi mereka hidup. Ada di antara mereka yang kembali ke Afrika, ada pula yang karena takut dan ancaman, berbalik agama berpindah dari agama asalnya kepada agama kaum tiran yang menyiksanya.
Baca juga: Esposito: Muhammad Mengajak Orang Kembali kepada Agama Ibrahim
Hanya saja, kata Haekal, apa yang telah diderita Islam di Andalusia sebelah barat Eropa itu ada juga gantinya tatkala kaum Utsmani (Turki) memasukkan dan memperkuat agama Muhammad di Konstantinopel.
Dari sanalah ajaran Islam itu kemudian menyebar ke Balkan, dan memercik pula sinarnya sampai ke Rusia dan Polandia sehingga berkibarnya panji-panji Islam itu berlipat ganda luasnya daripada yang di Spanyol.
"Tak sampai 150 tahun sesudah itu, bendera Islam sudah berkibar sampai ke Andalusia di Eropa sebelah barat, ke India, Turkestan, sampai ke Tiongkok di Asia Timur, juga telah sampai ke Syam --meliputi Syuriah, Lebanon, Yordania dan Palestina sekarang--, Irak, Persia dan Afganistan, yang semuanya sudah menerima Islam," tulis Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" (Pustaka Jaya, 1980).
Selanjutnya, negeri-negeri Arab dan kerajaan Arab, sampai ke Mesir, Cyrenaica, Tunisia, Aljazair, Maroko, -sekitar Eropa dan Afrika- telah dicapai oleh misi Rasulullah SAW.
Dan sejak waktu itu sampai masa kita sekarang ini panji-panji Islam tetap berkibar di semua daerah itu, kecuali Spanyol yang kemudian diserang oleh Kristen dan penduduknya disiksa dengan bermacam-macam cara kekerasan. Tidak tahan lagi mereka hidup. Ada di antara mereka yang kembali ke Afrika, ada pula yang karena takut dan ancaman, berbalik agama berpindah dari agama asalnya kepada agama kaum tiran yang menyiksanya.
Baca juga: Esposito: Muhammad Mengajak Orang Kembali kepada Agama Ibrahim
Hanya saja, kata Haekal, apa yang telah diderita Islam di Andalusia sebelah barat Eropa itu ada juga gantinya tatkala kaum Utsmani (Turki) memasukkan dan memperkuat agama Muhammad di Konstantinopel.
Dari sanalah ajaran Islam itu kemudian menyebar ke Balkan, dan memercik pula sinarnya sampai ke Rusia dan Polandia sehingga berkibarnya panji-panji Islam itu berlipat ganda luasnya daripada yang di Spanyol.