Persepsi Al-Qur'an tentang Yahudi Menurut Montgomery Watt
Miftah yusufpati
Rabu, 14 Mei 2025 - 05:45 WIB
William Montgomery Watt. Foto: AP
LANGIT7.ID- Orientalis William Montgomery Wattberbicara soal persepsi Al-Quran tentag Yahudi mengatakan karena ini adalah konsepsi kenabian dan sejarah nabi-nabi yang dipegangi oleh kaum muslimin awal, maka bagi mereka tidak mungkin mempunyai ide yang cukup tentang Yahudi dan Nasrani (Kristen).
"Penting pula dikatakan berapa banyak yang tidak disebutkan di dalam Al-Qur'an, karena itu penulis modern barat dengan pengetahuan agama-agama tersebut yang mempunyai kerangka pikir dengan rincian-rincian pas yang diberikan, tentu saja berbeda dengan yang dijelaskan di dalam Al- Qur'an," ujar William Montgomery Watt dalam bukunya berjudul "Titik Temu Islam dan Kristen, Persepsi dan Salah Persepsi" (Gaya Media Pratama Jakarta, 1996).
William Montgomery Watt adalah pakar studi-studi keislaman dari Britania Raya, salah seorang orientalis dan sejarawan utama tentang Islam di dunia Barat.
Di dalamnya ada kisah-kisah tentang Nabi Nuh, Ibrahim dan Musa (yang semuanya dianggap sebagai nabi) dan karakter-karakter lain di dalam Perjanjian Lama.
Sebaliknya sama sekali tidak memuat indikasi yang diberikan tentang bagaimana nabi-nabi itu saling berkaitan satu sama lain dalam zaman.
Baca juga: Persepsi Al-Quran tentang Kristen Menurut William Montgomery Watt
Demikian pula ada berbagai kisah tentang nabi Musa yang terinci semenjak masa infasinya, dan seterusnya, akan tetapi tentang kisah-kisah kejadian ini disuguhkan secara terpisah-pisah dan tidak disuguhkan secara kronologis dalam satu sajian yang berurutan.
"Penting pula dikatakan berapa banyak yang tidak disebutkan di dalam Al-Qur'an, karena itu penulis modern barat dengan pengetahuan agama-agama tersebut yang mempunyai kerangka pikir dengan rincian-rincian pas yang diberikan, tentu saja berbeda dengan yang dijelaskan di dalam Al- Qur'an," ujar William Montgomery Watt dalam bukunya berjudul "Titik Temu Islam dan Kristen, Persepsi dan Salah Persepsi" (Gaya Media Pratama Jakarta, 1996).
William Montgomery Watt adalah pakar studi-studi keislaman dari Britania Raya, salah seorang orientalis dan sejarawan utama tentang Islam di dunia Barat.
Di dalamnya ada kisah-kisah tentang Nabi Nuh, Ibrahim dan Musa (yang semuanya dianggap sebagai nabi) dan karakter-karakter lain di dalam Perjanjian Lama.
Sebaliknya sama sekali tidak memuat indikasi yang diberikan tentang bagaimana nabi-nabi itu saling berkaitan satu sama lain dalam zaman.
Baca juga: Persepsi Al-Quran tentang Kristen Menurut William Montgomery Watt
Demikian pula ada berbagai kisah tentang nabi Musa yang terinci semenjak masa infasinya, dan seterusnya, akan tetapi tentang kisah-kisah kejadian ini disuguhkan secara terpisah-pisah dan tidak disuguhkan secara kronologis dalam satu sajian yang berurutan.