Indonesia Perkuat Kerjasama di Bidang Pendidikan Tinggi dengan Saint Lucia
Lusi mahgriefie
Jum'at, 16 Mei 2025 - 12:12 WIB
Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang bersama Duta Besar Saint Lucia untuk Indonesia, H.E. Menissa Rambally.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah melakukan upaya memperkuat kerja sama bilateral khususnya di bidang pendidikan tinggi. Salah satunya, bekerjasama dengan negara kepulauan di Hindia Barat di Karibia Timur, Saint Lucia.
Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang kemarin menerima kunjungan kehormatan dari Wakil Tetap Saint Lucia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Duta Besar Saint Lucia untuk Indonesia, H.E. Menissa Rambally.
Dalam pertemuan tersebut, Sesjen Togar menegaskan bahwa pendidikan, riset, dan sains merupakan pilar utama dalam mewujudkan visi besar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yakni Indonesia Emas 2045.
"Kami meyakini bahwa pendidikan dan ilmu pengetahuan adalah kunci utama dalam mencapai status negara maju," ucap Sesjen Togar dikutip dari laman resmi Kemendiktisaintek.
Baca juga: Dosen Demo Tukin, DPR Desak Kemendikti Saintek Segera Cairkan Tunjangan
Ia menambahkan, Kemdiktisaintek berkomitmen penuh dalam mendukung visi presiden, terutama melalui ketahanan pangan dan penguatan pendidikan dan berharap dalam berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk mewujudkannya.
Sesjen Togar juga memperkenalkan program strategis baru yang diluncurkan pada 2 Mei lalu, yaitu "Diktisaintek Berdampak", yang berfokus pada dampak nyata riset dan pendidikan terhadap masyarakat.
Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang kemarin menerima kunjungan kehormatan dari Wakil Tetap Saint Lucia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Duta Besar Saint Lucia untuk Indonesia, H.E. Menissa Rambally.
Dalam pertemuan tersebut, Sesjen Togar menegaskan bahwa pendidikan, riset, dan sains merupakan pilar utama dalam mewujudkan visi besar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yakni Indonesia Emas 2045.
"Kami meyakini bahwa pendidikan dan ilmu pengetahuan adalah kunci utama dalam mencapai status negara maju," ucap Sesjen Togar dikutip dari laman resmi Kemendiktisaintek.
Baca juga: Dosen Demo Tukin, DPR Desak Kemendikti Saintek Segera Cairkan Tunjangan
Ia menambahkan, Kemdiktisaintek berkomitmen penuh dalam mendukung visi presiden, terutama melalui ketahanan pangan dan penguatan pendidikan dan berharap dalam berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk mewujudkannya.
Sesjen Togar juga memperkenalkan program strategis baru yang diluncurkan pada 2 Mei lalu, yaitu "Diktisaintek Berdampak", yang berfokus pada dampak nyata riset dan pendidikan terhadap masyarakat.