LANGIT7.ID, Bekasi,- - Sebanyak 15
korban tewas dan 88 orang mengalami luka-luka dari
kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun
Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam.
Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur mengidentifikasi sepuluh kantong jenazah korban tewas.
Baca juga: KAI Fokus Evakuasi Korban Usai Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL"Pada pukul 14.00 WIB, telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban, dan memutuskan 10 jenazah telah berhasil teridentifikasi," kata Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati Brigjen Prima Heru Yulihartono di RS Polri, Kramat Jati, Selasa (28/4/2026).
Prima Heru mengatakan bahwa identifikasi dilakukan bersama dengan tim posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI), Biro Kedokteran Polisi (Birodokpol), Pusdokkes Polri, Biddokkes Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, FKG UI, dan jajaran lainnya.
"Kami bersama telah menyelesaikan seluruh pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah yang dikirim penyidik dari tempat kejadian perkara (TKP)," ujar Prima.
Berikut daftar 10 jenazah korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi di RS Polri Kramat Jati:
Baca juga: Tabrakan Maut Argo Bromo Aggrek vs KRL, Gerbong Wanita Ringsek Parah1. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/001 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan sekunder (medis dan properti), cocok dengan nomor AM 002 sebagai Tutik Anitasari, perempuan, umur 31 tahun, alamat Cikarang Barat Bekasi
2. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/002 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis) dengan nomor AM 007 sebagai Harum Anjasari, perempuan, umur 27 tahun, alamat Cipayung Jakarta Timur
3. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/003 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 006 sebagai Nur Alimantun Citra Lestari, perempuan, umur 19 tahun, alamat Pasar Jambi
4. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/004 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 009 sebagai Farida Utami, 50 tahun, alamat Cibitung Bekasi
5. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/005 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 003 sebagai Vica Acnia Pratiwi, perempuan, umur 23 tahun, alamat Cikarang Barat
Baca juga: Data Terbaru: 15 Korban Tewas, 88 Luka-luka Akibat Tabrakan Kereta di Bekasi Timur6. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/006 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 004 sebagai Ida Nuraida, perempuan, umur 48 tahun, alamat Cibitung Bekasi
7. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/007 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (medis), cocok dengan nomor AM 010 sebagai Gita Septia Wardany, umur 20 tahun, alamat Cibitung, Bekasi
8. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/008 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (medis), cocok dengan nomor AM 005 sebagai Fatmawati Rahmayani, perempuan, umur 29 tahun, alamat Bekasi Selatan, Kota Bekasi
9. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/009 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 001 sebagai Arinjani Novita Sari, perempuan, umur 25 tahun, alamat Tambun Selatan Bekasi
10. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/010 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 008 sebagai Nur Ainia Eka Rahmadhyna, perempuan, umur 32 tahun, alamat Tambun Selatan Bekasi.
(est)