Stasiun Bekasi Timur telah kembali melayani penumpang KRL, sebagaimana dikonfirmasi PT Kereta Api Indonesia (Persero). Hal ini menyusul uji coba operasional yang telah dilaksanakan dan berjalan dengan lancar.
Jumlah korban tewas akibat kecelakaan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam kembali bertambah. Hingga Rabu, total korban meninggal dunia tercatat menjadi 16 orang.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengungkap sejumlah alasan penempatan gerbong perempuan berada di bagian paling depan dan paling belakang rangkaian kereta.
Pascakecelakaan kereta di Bekasi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan gerbong khusus wanita KRL dipindah ke tengah rangkaian. Sementara gerbong ujung diisi penumpang laki-laki. Hal ini menuai kontroversi.
Salah satu korban tewas dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur, Senin malam lalu adalah Nurlaela. Ia merupakan guru SDN Pulo Gebang 11 Jakarta Timur, dan dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam mengemban tugas sebagai pendidik.
PT Jasa Raharja akan menyalurkan santunan bagi korban kecelakaan tragis yang melibatkan kereta rel listrik (KRL) dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Sebanyak 15 korban tewas dan 88 orang mengalami luka-luka dari kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam.
KAI memastikan hak pelanggan tetap terpenuhi melalui pengembalian tiket bagi perjalanan KA Jarak Jauh yang terdampak. Hingga 28 April 2026 pukul 11.00 WIB, sebanyak 4.878 tiket telah berhasil direfund.
Data korban jiwa dan luka-luka akibat tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terus bertambah. Informasi terbaru dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 orang luka-luka.
Insiden maut yang melibatkan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan kereta komuter di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam menelan 14 korban jiwa dan 84 orang mengalami luka-luka.
Perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden yang melibatkan satu unit kendaraannya yang tertemper kereta rangkaian listrik (KRL) di area perlintasan kereta dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.
Menyusul tragedi tabrakan maut antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL, Stasiun Bekasi Timur untuk sementara waktu tidak melayani penumpang. Selain itu, sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh hari ini dibatalkan.