LANGIT7.ID-, Bekasi - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh korban dalam insiden operasional yang terjadi mendapatkan penanganan maksimal. KAI menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.
Dalam kejadian tersebut, sebanyak 240 penumpang KA
Argo Bromo Anggrek selamat. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan ada 6 penumpang
KRL tercatat meninggal dunia, dan 80 orang mengalami luka-luka yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis.
Penanganan dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Baca juga: Tabrakan Maut Argo Bromo Aggrek vs KRL, Gerbong Wanita Ringsek ParahKAI menyampaikan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh kepada para korban dan keluarga yang terdampak, termasuk memastikan proses penanganan berjalan dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena terdapat korban yang masih hidup dan membutuhkan penanganan secara hati-hati. Tim medis, Basarnas, serta tim
KAI terus berupaya maksimal untuk memberikan pertolongan terbaik kepada seluruh korban.
Selain itu, KAI juga menyiapkan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait penumpang.
Untuk sementara waktu,
Stasiun Bekasi Timur tidak melayani naik dan turun penumpang, dan perjalanan KRL hanya dilayani hingga Stasiun Bekasi.
Baca juga: Stasiun Bekasi Timur Tidak Melayani Penumpang & Sejumlah KA Jarak Jauh Dibatalkan, Ini DaftarnyaVice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan duka cita dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik," ujarnya.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI 121 atau melalui WhatsApp 0811-2223-3121.
Insiden Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur terjadi sekira pukul 20.52 WIB. Manajer Humas Daop 1 KAI, Franoto Wibowo mengatakan bahwa awal mula insiden itu adalah KRL terlebih dahulu menabrak taksi taksi sehingga posisinya terhenti.
"Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya terhenti," ucap Franoto kepada wartawan, Senin (27/4) malam.
Kemudian, saat KRL berhenti, KA Argo Bromo menabrak dari belakang. "KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," tambah dia.
Baca juga: Kronologi Kejadian: Awalnya KRL Berhenti karena Tabrak Taksi, Lalu KRL Ditabrak KA Argo Bromo(lsi)