LANGIT7.ID-, Bekasi - - Salah satu korban tewas dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur, Senin malam lalu adalah Nurlaela. Ia merupakan guru SDN Pulo Gebang 11 Jakarta Timur, dan dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam mengemban tugas sebagai pendidik.
Perempuan berusia 37 tahun itu setiap hari menempuh jarak yang begitu jauh, Bekasi ke Jakarta, untuk menjalani tugasnya sebagai guru. Bukan hanya sekadar menjalani profesi, namun Nurlela mendedikasikan jiwa dan pikirannya untuk mendidik para calon penerus bangsa.
Malam nahas itu, seperti biasanya Nurlaela selesai mengajar hendak pulang ke rumahnya di Kampung Ceger, Cikarang Timur, Bekasi. Hal yang kerap dia lakukan setiap hari selama bertahun-tahun, berangkat pagi-pulang sore dengan menggunakan KRL.
Nasib berkata lain, KRL yang ia tumpangi pada Senin (27/4) malam itu dihantam KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Begitu besar dampak tabrakan tersebut hingga merenggut nyawa diantaranya Bu Guru Nurlela dan 14 penumpang perempuan lainnya (data sementara). Serta 88 orang mengalami luka dan sedang dalam perawatan medis.
Baca juga: Jasa Raharja Siapkan Santunan Rp90 Juta untuk Korban Tewas Tragedi Kereta di Bekasi TimurDi waktu bersamaan namun di tempat berbeda, keluarga yang sedang menanti Nurlaela di rumah mencoba untuk menghubunginya berkali-kali, namun tak ada jawaban. Hingga pada satu panggilan, akhirnya ada yang menjawab.
"Handphone ditemukan, tapi korban belum diketahui ada di mana," begitu kata seseorang saat menjawab panggilan telepon Nurlaela. Sebagaimana mengutip akun Instagram @janganjadiguru.
Kabar meninggalnya Nurlaela diketahui keluarga pada pukul 01.00 WIB dan kemudian jenazah tiba di rumah pukul 03.00 WIB. Nurlaela telah pergi meninggalkan keluarga dan anaknya yang masih duduk di kelas 6 SD.
Sosok Nurlaela dikenal sebagai pribadi yang baik, pekerja keras, dan tidak pernah berhenti belajar. Diketahui, tiga bulan lalu Ia baru saja menyelesaikan studi S2 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Baginya, guru yang baik adalah guru yang tidak pernah berhenti belajar.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Nurlaela. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menyebutkan, almarhumah merupakan sosok pendidik yang berdedikasi tinggi.
"Kami sangat berduka cita atas kepergian Ibu Nurlela, salah seorang guru kami yang berdedikasi. Atas nama seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan," kata Nahdiana dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (29/4/2026).
Adapun bantuan tersebut mencakup pengurusan pemakaman, administrasi, hingga dukungan psikososial bagi keluarga yang ditinggalkan.
Baca juga: Dampak Tabrakan Kereta, Perjalanan KA Jarak Jauh Dibatalkan dan KAI Pastikan Refund 100%Selain itu, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengatakan Gubernur Pramono Anung juga telah menyampaikan belasungkawa dan memerintahkan jajaran terkait untuk memberikan bantuan maksimal.
Chico mengatakan, almarhumah adalah pendidik yang berdedikasi tinggi dan telah mencerdaskan generasi penerus bangsa.
"Atas instruksi bapak gubernur, Pemprov DKI Jakarta akan mendampingi keluarga korban sepenuh hati, baik dalam pengurusan pemakaman maupun pemulihan psikologis," kata Chico.
Hingga berita ini diturunkan, tercatat sebanyak 15 korban tewas dan 88 orang mengalami luka-luka dari kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam.
Seluruh korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sedangkan korban luka mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit.
Atas peristiwa pilu yang terjadi ini, KAI menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan.
(lsi)