home wirausaha syariah

Jamkrindo Dorong Proyek Fisik Lebih Aman Lewat Sistem Penjaminan Kredit di Palembang

Sabtu, 17 Mei 2025 - 13:34 WIB
Jamkrindo Dorong Proyek Fisik Lebih Aman Lewat Sistem Penjaminan Kredit di Palembang
LANGIT7.ID–Palembang;Ketidakpastian dalam proyek-proyek fisik daerah sering kali menjadi momok bagi pelaku usaha kecil dan kontraktor. Masalah keterlambatan pencairan, risiko gagal tender, hingga kerugian karena proyek mangkrak menjadi alasan utama perlunya sistem perlindungan yang jelas. Menjawab tantangan ini, PT Jamkrindo hadir dengan pendekatan berbeda.

Di Palembang, Jamkrindo kini tengah memperkuat langkahnya melalui penjajakan kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota. Targetnya jelas: memberikan jaminan kredit berbasis penilaian kelayakan kepada sektor usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), koperasi, dan kontraktor yang menangani proyek fisik di lingkungan pemda.

Pemimpin Cabang PT Jamkrindo Palembang, Maulana Febrino P, menjelaskan "Memperluas jangkauan layanan penjaminan kredit, khususnya untuk sektor usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), koperasi, serta para kontraktor proyek fisik di Kota Palembang. Terutama di bidang penjaminan kredit untuk pelaku usaha dan kontraktor," ujar dia dalam keterangannya, dikutip Sabtu (17/5/2025).

Langkah ekspansi ini bukanlah inisiatif pertama. Sebelumnya, Jamkrindo Cabang Palembang telah merintis kolaborasi serupa di sejumlah wilayah Sumsel, seperti Muara Enim, Pagaralam, Lubuklinggau, dan bahkan di tingkat provinsi bersama Pemprov Sumsel.

Maulana menyebut bahwa Jamkrindo telah lebih dulu menjalin kemitraan serupa dengan berbagai daerah di Sumatera Selatan "Sebelumnya, kami sudah menjalin kerja sama serupa dengan Lubuklinggau, Pagaralam, Muara Enim, dan Pemprov Sumsel. Kini kami berharap bisa menjalin kolaborasi strategis juga dengan Pemkot Palembang," ujar dia.

Bahkan dalam pernyataan terpisah, ia menegaskan "Kami menjalin kerjasama dengan Lubuk Linggau, Pagaralam, Muara Enim dan Pemprov Sumsel."

Skema jaminan kredit yang ditawarkan Jamkrindo memiliki pendekatan menyerupai asuransi. Nilai proyek yang dijalankan oleh kontraktor akan dilindungi dari berbagai risiko, mulai dari tahap penawaran, pelaksanaan, pemberian uang muka, hingga pemeliharaan setelah proyek rampung.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya