Beda Pendapat tentang Penyembelihan Ismail dan Lokasi Pengorbanan
Miftah yusufpati
Ahad, 18 Mei 2025 - 05:45 WIB
Sejarawan Yahudi berpendapat bahwa yang disembelih adalah Ishaq, bukan Ismail. Ilustrasi: Islam Together
LANGIT7.ID-Sejumlah ahli berbeda pendapat mengenai siapa yang disembelih oleh Nabi Ibrahim dan di mana peristiwa kurban itu terjadi. Apakah itu terjadi sebelum kelahiran Ishaq atau sesudahnya? Dan apakah lokasinya di Palestina atau di Hijaz?
Sejarawan Yahudi berpendapat bahwa yang disembelih adalah Ishaq, bukan Ismail. Namun, dalam Qishash al-Anbiya' karya Syaikh Abdu’l Wahhab an-Najjar, dinyatakan bahwa yang disembelih adalah Ismail.
Argumennya diambil dari Taurat yang menyebutkan bahwa anak yang hendak dikurbankan adalah “anak tunggal Ibrahim.” Saat itu, Ismail memang satu-satunya anak Ibrahim karena Ishaq belum lahir. Setelah kelahiran Ishaq, Ibrahim memiliki dua anak, sehingga frasa “anak tunggal” tidak lagi relevan untuk Ishaq.
Jika kisah tersebut benar merujuk kepada Ishaq, maka pengorbanan itu semestinya terjadi di Palestina, karena Ishaq dan ibunya, Sarah, tinggal di sana dan tidak pernah ke Hijaz.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" (Pustaka Jaya, 1980) mengatakan kisah yang menyebutkan bahwa peristiwa penyembelihan itu terjadi di atas Bukit Mina mendukung pendapat bahwa anak yang dikurbankan adalah Ismail. Karena Al-Qur’an tidak secara eksplisit menyebut nama anak tersebut, para sejarawan Muslim berbeda pendapat mengenai hal ini.
Baca juga: Kisah Sayyidah Hajar dan Nabi Ismail di Lembah yang Sunyi
Kisah Penyembelihan dalam Al-Qur’an
Sejarawan Yahudi berpendapat bahwa yang disembelih adalah Ishaq, bukan Ismail. Namun, dalam Qishash al-Anbiya' karya Syaikh Abdu’l Wahhab an-Najjar, dinyatakan bahwa yang disembelih adalah Ismail.
Argumennya diambil dari Taurat yang menyebutkan bahwa anak yang hendak dikurbankan adalah “anak tunggal Ibrahim.” Saat itu, Ismail memang satu-satunya anak Ibrahim karena Ishaq belum lahir. Setelah kelahiran Ishaq, Ibrahim memiliki dua anak, sehingga frasa “anak tunggal” tidak lagi relevan untuk Ishaq.
Jika kisah tersebut benar merujuk kepada Ishaq, maka pengorbanan itu semestinya terjadi di Palestina, karena Ishaq dan ibunya, Sarah, tinggal di sana dan tidak pernah ke Hijaz.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" (Pustaka Jaya, 1980) mengatakan kisah yang menyebutkan bahwa peristiwa penyembelihan itu terjadi di atas Bukit Mina mendukung pendapat bahwa anak yang dikurbankan adalah Ismail. Karena Al-Qur’an tidak secara eksplisit menyebut nama anak tersebut, para sejarawan Muslim berbeda pendapat mengenai hal ini.
Baca juga: Kisah Sayyidah Hajar dan Nabi Ismail di Lembah yang Sunyi
Kisah Penyembelihan dalam Al-Qur’an