Warga Telaga Harapan Tolak Proyek Underpass Metland, DPRD Siap Ajukan Tiga Alternatif Lokasi
Tim langit 7
Ahad, 18 Mei 2025 - 16:16 WIB
Warga Telaga Harapan Tolak Proyek Underpass Metland, DPRD Siap Ajukan Tiga Alternatif Lokasi
LANGIT7.ID–Bekasi; Pertemuan penting antara warga Telaga Harapan dan dua anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Budi M. Mustafa dari PKS dan Helmi dari Gerindra, berlangsung hangat namun kritis pada Jumat, 18 April 2025, di Warung Bali Ndeso, Grand Wisata, Bekasi. Pertemuan ini membahas rencana pembangunan underpass yang menghubungkan kawasan Metland dan Telaga Harapan, sebuah proyek yang menuai penolakan dari warga.
Warga yang diwakili oleh Ketua RW 11 Asep Ruhyana, Ketua Tim 11 Singgih Wasesa, serta para tokoh agama dan masyarakat, secara tegas menyampaikan keberatan mereka terhadap proyek ini. Penolakan warga muncul meski proyek underpass tersebut sepenuhnya didanai oleh pihak Metland, tanpa menggunakan anggaran dari Pemkab Bekasi yang saat ini mengalami defisit.
“Kenapa warga Telaga Harapan masih menolak underpass?” tanya Helmi dalam forum tersebut. Meski terjadi diskusi intens, perwakilan warga tetap menyatakan penolakan atas proyek itu.
Helmi mengonfirmasi bahwa proyek yang akan dibangun memang berbentuk underpass, bukan flyover, dengan menghubungi langsung Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Bekasi, Henry Lincon. Pernyataan ini sekaligus membantah informasi sebelumnya yang menyebut akan dibangun flyover, seperti pernah disampaikan oleh seorang pejabat bernama Mawardi kepada warga.
Dalam diskusi tersebut, warga juga mengusulkan tiga lokasi alternatif untuk proyek underpass: di wilayah Selang, Warung Bambu, dan Kalijaya. Usulan ini mendapat tanggapan positif dari DPRD. Bahkan, menurut Budi Mustafa, Detail Engineering Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk lokasi Selang sudah tersedia dengan estimasi anggaran mencapai Rp200 miliar.
“Untuk Selang, kami akan tindak lanjuti dan minta dokumen perencanaan lengkapnya,” ujar Budi.
Helmi juga menyatakan bahwa rencana ground breaking proyek underpass pada Januari 2025 tidak benar karena perizinan proyek belum rampung. Ia menegaskan bahwa kegiatan survei oleh staf Metland di wilayah Telaga Harapan harus dihentikan sampai ada kesepakatan dengan warga.
Warga yang diwakili oleh Ketua RW 11 Asep Ruhyana, Ketua Tim 11 Singgih Wasesa, serta para tokoh agama dan masyarakat, secara tegas menyampaikan keberatan mereka terhadap proyek ini. Penolakan warga muncul meski proyek underpass tersebut sepenuhnya didanai oleh pihak Metland, tanpa menggunakan anggaran dari Pemkab Bekasi yang saat ini mengalami defisit.
“Kenapa warga Telaga Harapan masih menolak underpass?” tanya Helmi dalam forum tersebut. Meski terjadi diskusi intens, perwakilan warga tetap menyatakan penolakan atas proyek itu.
Helmi mengonfirmasi bahwa proyek yang akan dibangun memang berbentuk underpass, bukan flyover, dengan menghubungi langsung Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Bekasi, Henry Lincon. Pernyataan ini sekaligus membantah informasi sebelumnya yang menyebut akan dibangun flyover, seperti pernah disampaikan oleh seorang pejabat bernama Mawardi kepada warga.
Dalam diskusi tersebut, warga juga mengusulkan tiga lokasi alternatif untuk proyek underpass: di wilayah Selang, Warung Bambu, dan Kalijaya. Usulan ini mendapat tanggapan positif dari DPRD. Bahkan, menurut Budi Mustafa, Detail Engineering Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk lokasi Selang sudah tersedia dengan estimasi anggaran mencapai Rp200 miliar.
“Untuk Selang, kami akan tindak lanjuti dan minta dokumen perencanaan lengkapnya,” ujar Budi.
Helmi juga menyatakan bahwa rencana ground breaking proyek underpass pada Januari 2025 tidak benar karena perizinan proyek belum rampung. Ia menegaskan bahwa kegiatan survei oleh staf Metland di wilayah Telaga Harapan harus dihentikan sampai ada kesepakatan dengan warga.