Jokowi Mengaku Sedih Soal Tuduhan Ijazah Palsu, Kenapa?
Haris budiman
Rabu, 21 Mei 2025 - 15:43 WIB
Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengaku sedih terkait tuduhan ijazah palsu. (foto: Tangkapan layar/Youtube Kompas.com)
LANGIT7.ID-Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi mengaku sedih terkait tuduhan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya.
Akibat tuduhan ijazah palsu tersebut, Jokowi melaporkan sejumlah pihak dengan dugaan pencemaran nama baik di Polda Metro Jaya.
Jokowi melaporkan lima orang. Mereka adalah Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, Tifauzia Tiasumma, Eggy Sudjana, dan Kurnia Tri Royani.
Pada Selasa (20/5/2025) kemarin Jokowi memenuhi panggilan kepolisian untuk keperluan pemeriksaan. Setelah pemeriksaan oleh penyidik di Bareskrim Polri, Jakarta, Jokowi menerima wawancara dengan media.
Salah seorang jurnalis sebenarnya menanyakan soal komentar Megawati Soekarnoputri terkait tuduhan ijazah palsu tersebut.
Saat menjawab, Jokowi mengatakan, "Saya itu sebetulnya, ya, sebetulnya sedih. kalau proses hukum mengenai ijazah ini maju lagi ke tahapan berikutnya.
Saya kasihan, tapi, ya ini kan sudah keterlauan, jadi ya kita tunggu proses hukum selanjutnya, ya, saya kira itu saja," kata Jokowi.
Akibat tuduhan ijazah palsu tersebut, Jokowi melaporkan sejumlah pihak dengan dugaan pencemaran nama baik di Polda Metro Jaya.
Jokowi melaporkan lima orang. Mereka adalah Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, Tifauzia Tiasumma, Eggy Sudjana, dan Kurnia Tri Royani.
Pada Selasa (20/5/2025) kemarin Jokowi memenuhi panggilan kepolisian untuk keperluan pemeriksaan. Setelah pemeriksaan oleh penyidik di Bareskrim Polri, Jakarta, Jokowi menerima wawancara dengan media.
Salah seorang jurnalis sebenarnya menanyakan soal komentar Megawati Soekarnoputri terkait tuduhan ijazah palsu tersebut.
Saat menjawab, Jokowi mengatakan, "Saya itu sebetulnya, ya, sebetulnya sedih. kalau proses hukum mengenai ijazah ini maju lagi ke tahapan berikutnya.
Saya kasihan, tapi, ya ini kan sudah keterlauan, jadi ya kita tunggu proses hukum selanjutnya, ya, saya kira itu saja," kata Jokowi.