home edukasi & pesantren

Pengenalan Diri, Tangga untuk Mendaki Jenjang yang Lebih Tinggi untuk Mengenal Tuhan

Rabu, 21 Mei 2025 - 18:28 WIB
Prof Dr Komaruddin Hidayat. Foto: Wikipedia
LANGIT7.ID-Prof Dr Komaruddin Hidayat mengatakan secara tegas, Allah menyatakan bahwa manusia merupakan puncak ciptaan-Nya, dengan tingkat kesempurnaan dan keunikan yang prima dibanding makhluk lainnya (QS. 95:4).

Namun demikian, Allah juga memperingatkan bahwa kualitas kemanusiaan manusia masih belum selesai atau masih "setengah jadi", sehingga ia harus berjuang menyempurnakan dirinya (QS. 91:7–10).

Proses penyempurnaan ini amat dimungkinkan karena manusia secara fitrah adalah makhluk yang fithri, hanif, dan berakal. Bagi seorang mukmin, petunjuk primordial ini masih dilengkapi lagi dengan kehadiran Rasul yang membawa kitab suci sebagai pedoman hidup (QS 4:174).

Dalam tradisi kaum sufi, terdapat postulat berbunyi: "Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa Rabbahu". Siapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya.

Pengenalan diri adalah tangga yang harus dilalui seseorang untuk mendaki jenjang yang lebih tinggi dalam rangka mengenal Tuhan.

"Namun persoalan serius yang dihadapi manusia kini, sebagaimana diakui oleh para psikolog, filsuf, dan pemikir pada umumnya, adalah semakin sulitnya mengenali jati diri dan hakikat kemanusiaannya," ujar Komaruddin Hidayat dalam buku "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" bab "Manusia dan Proses Penyempurnaan Diri".

Baca juga: Plus-minus Ilmu Kalam: Ketika Al-Asy'ari Memelopori Jenis yang Anti-Muktazilah
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya