Asal-Usul Kota Makkah dan Kisah Nabi Ibrahim
Miftah yusufpati
Sabtu, 24 Mei 2025 - 17:28 WIB
Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail membangun Kakbah di Makkah. Ilustrasi/Foto: Ist
LANGIT7.ID-Di tengah-tengah jalur kafilah yang menghubungkan Laut Merah, antara Yaman dan Palestina, membentang barisan bukit sepanjang kira-kira delapan puluh kilometer dari pantai.
Bukit-bukit ini mengelilingi sebuah lembah yang tidak terlalu luas, yang hampir-hampir terkepung sepenuhnya oleh bukit-bukit tersebut, jika saja tidak terdapat tiga jalur keluar: pertama, jalan menuju Yaman; kedua, jalan ke arah Laut Merah, yaitu ke pelabuhan Jeddah; dan ketiga, jalan menuju Palestina.
"Dalam lembah yang dikelilingi bukit-bukit inilah terletak kota Makkah," tulis Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad". Dia mengakui menelusuri sejarah pembangunan kota ini sangatlah sulit.
"Kemungkinan besar, asal-usulnya bermula sejak ribuan tahun yang lalu. Yang dapat dipastikan adalah bahwa lembah tersebut dahulu menjadi tempat perhentian kafilah untuk beristirahat, karena terdapat sumber mata air. Maka dari itu, rombongan kafilah membentangkan kemah-kemah mereka—baik yang datang dari arah Yaman menuju Palestina, maupun sebaliknya," lanjutnya.
Baca juga: Kisah Sayyidah Hajar dan Nabi Ismail di Lembah yang Sunyi
Kemungkinan besar, Ismail, putra Nabi Ibrahim, adalah orang pertama yang menetap di tempat itu. Sebelumnya, lokasi tersebut hanya menjadi jalur lintasan kafilah dan tempat berdagang secara barter antara kafilah dari wilayah selatan Jazirah Arab dan kafilah dari wilayah utara.
Menurut Haekal, jika benar Ismail adalah orang pertama yang menjadikan Makkah sebagai tempat tinggal, maka sejarah tempat itu sebelumnya sangat gelap. Boleh jadi, daerah tersebut sudah dijadikan tempat ibadah sebelum kedatangan dan menetapnya Ismail.
Bukit-bukit ini mengelilingi sebuah lembah yang tidak terlalu luas, yang hampir-hampir terkepung sepenuhnya oleh bukit-bukit tersebut, jika saja tidak terdapat tiga jalur keluar: pertama, jalan menuju Yaman; kedua, jalan ke arah Laut Merah, yaitu ke pelabuhan Jeddah; dan ketiga, jalan menuju Palestina.
"Dalam lembah yang dikelilingi bukit-bukit inilah terletak kota Makkah," tulis Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad". Dia mengakui menelusuri sejarah pembangunan kota ini sangatlah sulit.
"Kemungkinan besar, asal-usulnya bermula sejak ribuan tahun yang lalu. Yang dapat dipastikan adalah bahwa lembah tersebut dahulu menjadi tempat perhentian kafilah untuk beristirahat, karena terdapat sumber mata air. Maka dari itu, rombongan kafilah membentangkan kemah-kemah mereka—baik yang datang dari arah Yaman menuju Palestina, maupun sebaliknya," lanjutnya.
Baca juga: Kisah Sayyidah Hajar dan Nabi Ismail di Lembah yang Sunyi
Kemungkinan besar, Ismail, putra Nabi Ibrahim, adalah orang pertama yang menetap di tempat itu. Sebelumnya, lokasi tersebut hanya menjadi jalur lintasan kafilah dan tempat berdagang secara barter antara kafilah dari wilayah selatan Jazirah Arab dan kafilah dari wilayah utara.
Menurut Haekal, jika benar Ismail adalah orang pertama yang menjadikan Makkah sebagai tempat tinggal, maka sejarah tempat itu sebelumnya sangat gelap. Boleh jadi, daerah tersebut sudah dijadikan tempat ibadah sebelum kedatangan dan menetapnya Ismail.