PM China Bawa 60 Pengusaha Bertemu Prabowo Bahas Perluasan Perdagangan di Tengah Perang Dagang AS
Tim langit 7
Ahad, 25 Mei 2025 - 17:39 WIB
PM China Bawa 60 Pengusaha Bertemu Prabowo Bahas Perluasan Perdagangan di Tengah Perang Dagang AS
LANGIT7.ID-Jakarta; Perdana Menteri China Li Qiang bertemu dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Minggu (hari ini) untuk membahas upaya memperluas perdagangan dan investasi di tengah perang dagang global yang dilancarkan AS serta tantangan globalisasi ekonomi.
Li tiba di ibu kota Indonesia, Jakarta, pada Sabtu sore untuk kunjungan tiga hari di negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini. Ini merupakan tujuan pertama dalam kunjungan luar negeri pertamanya tahun ini.
Indonesia dan China sama-sama anggota Kelompok 20 (G20) negara berkembang utama dan ekonomi emerging, serta BRICS.
Li membawa 60 pengusaha terkemuka China untuk pidatonya di Resepsi Bisnis Indonesia-China pada Minggu malam. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa ekonomi China telah mencapai pertumbuhan pesat tahun ini meski menghadapi tantangan eksternal yang meningkat.
“Situasi internasional saat ini sedang mandek,” kata Li dalam acara yang juga dihadiri Prabowo. “Unilateralisme dan proteksionisme semakin meningkat, perilaku intimidasi kian marak.”
Li mencatat bahwa tahun ini menandai 70 tahun sejak Konferensi Asia-Afrika yang melahirkan Gerakan Non-Blok di Kota Bandung, Indonesia, ketika dunia berada di persimpangan sejarah lebih dari tujuh dekade lalu.
“Semangat Bandung tentang solidaritas, persahabatan, dan kerja sama telah memainkan peran krusial dalam persatuan dan kolaborasi negara-negara Global Selatan,” ujarnya.
Li tiba di ibu kota Indonesia, Jakarta, pada Sabtu sore untuk kunjungan tiga hari di negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini. Ini merupakan tujuan pertama dalam kunjungan luar negeri pertamanya tahun ini.
Indonesia dan China sama-sama anggota Kelompok 20 (G20) negara berkembang utama dan ekonomi emerging, serta BRICS.
Li membawa 60 pengusaha terkemuka China untuk pidatonya di Resepsi Bisnis Indonesia-China pada Minggu malam. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa ekonomi China telah mencapai pertumbuhan pesat tahun ini meski menghadapi tantangan eksternal yang meningkat.
“Situasi internasional saat ini sedang mandek,” kata Li dalam acara yang juga dihadiri Prabowo. “Unilateralisme dan proteksionisme semakin meningkat, perilaku intimidasi kian marak.”
Li mencatat bahwa tahun ini menandai 70 tahun sejak Konferensi Asia-Afrika yang melahirkan Gerakan Non-Blok di Kota Bandung, Indonesia, ketika dunia berada di persimpangan sejarah lebih dari tujuh dekade lalu.
“Semangat Bandung tentang solidaritas, persahabatan, dan kerja sama telah memainkan peran krusial dalam persatuan dan kolaborasi negara-negara Global Selatan,” ujarnya.