Spanyol Pimpin Desakan Internasional Hentikan Serangan Israel ke Gaza
Nabil
Senin, 26 Mei 2025 - 06:44 WIB
Spanyol Pimpin Desakan Internasional Hentikan Serangan Israel ke Gaza
LANGIT7.ID-Jakarta;Spanyol menggelar pertemuan internasional di Madrid yang melibatkan negara-negara Eropa dan Arab untuk mendesak dihentikannya serangan Israel ke Gaza. Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyatakan bahwa dunia internasional perlu mempertimbangkan sanksi terhadap Israel sebagai langkah untuk menghentikan perang Gaza yang semakin brutal dan tanpa arah.
Negara-negara yang sebelumnya dikenal sebagai sekutu Israel kini mulai bergabung dalam desakan global, menyusul perluasan operasi militer Israel terhadap Hamas. Serangan balasan itu merupakan buntut dari aksi Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.218 orang di Israel, kebanyakan warga sipil, serta menculik 251 orang.
Baca juga: Swiss Pertimbangkan Penyelidikan terhadap GHF, Yayasan Bantuan Gaza yang Didukung AS
Namun, balasan militer Israel jauh lebih masif. Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mencatat hampir 54.000 korban jiwa, sebagian besar warga sipil. Situasi ini membuat komunitas internasional semakin menyoroti pelanggaran hak asasi manusia dan krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Pertemuan di Madrid ini dihadiri oleh 20 negara dan organisasi internasional, termasuk Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Fokus utama forum adalah mendesak agar bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Gaza tanpa hambatan dan intervensi militer Israel.
“Bantuan harus masuk secara masif, tanpa syarat, dan dengan cara yang netral. Tidak bisa dibiarkan Israel yang menentukan siapa yang boleh makan dan siapa yang tidak,” tegas Albares saat diwawancarai oleh radio France Info.
Blokade bantuan selama dua bulan terakhir telah memicu kekurangan parah makanan, air, bahan bakar, dan obat-obatan. Walau Israel sempat mengizinkan sedikit bantuan masuk, organisasi kemanusiaan menilai jumlah itu sangat jauh dari cukup dan justru memperparah risiko kelaparan massal.
Negara-negara yang sebelumnya dikenal sebagai sekutu Israel kini mulai bergabung dalam desakan global, menyusul perluasan operasi militer Israel terhadap Hamas. Serangan balasan itu merupakan buntut dari aksi Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.218 orang di Israel, kebanyakan warga sipil, serta menculik 251 orang.
Baca juga: Swiss Pertimbangkan Penyelidikan terhadap GHF, Yayasan Bantuan Gaza yang Didukung AS
Namun, balasan militer Israel jauh lebih masif. Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mencatat hampir 54.000 korban jiwa, sebagian besar warga sipil. Situasi ini membuat komunitas internasional semakin menyoroti pelanggaran hak asasi manusia dan krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Pertemuan di Madrid ini dihadiri oleh 20 negara dan organisasi internasional, termasuk Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Fokus utama forum adalah mendesak agar bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Gaza tanpa hambatan dan intervensi militer Israel.
“Bantuan harus masuk secara masif, tanpa syarat, dan dengan cara yang netral. Tidak bisa dibiarkan Israel yang menentukan siapa yang boleh makan dan siapa yang tidak,” tegas Albares saat diwawancarai oleh radio France Info.
Blokade bantuan selama dua bulan terakhir telah memicu kekurangan parah makanan, air, bahan bakar, dan obat-obatan. Walau Israel sempat mengizinkan sedikit bantuan masuk, organisasi kemanusiaan menilai jumlah itu sangat jauh dari cukup dan justru memperparah risiko kelaparan massal.