Jejak Digitalmu di Internet, Abadi Selamanya atau Bisa Dihapus Permanen?
Muhajirin
Kamis, 30 September 2021 - 13:16 WIB
ilustrasi jejak digital (foto: langit7.id/istock)
Aspek keamanan merupakan hal penting yang harus diperhatikan di dunia maya. Ketika melakukan aktivitas digital baik sadar maupun tidak, warganet telah meninggalkan jejak digital (digital footprint) selama berselancar di dunia maya.
Unggahan foto, aktivitas berbagi pesan, mengunjungi laman situs, unggahan konten atau meninggalkan komentar, mengisi data pribadi, internet banking dan masih banyak lagi. Data-data itu merupakan jejak digital yang tanpa sadar akan tersimpan di internet.
Digital footprint atau jejak digital artinya semua jejak data yang ditinggalkan ketika menggunakan internet. Bentuknya bisa berupa unggahan media sosial, e-mail, hingga IP address dan browsing history.
Tidak jarang seseorang mencoba menghapus jejak digital di media sosial yang dikehendaki. Namun, tidak semua situs bisa mengabulkannya. Digital footprint dibedakan ke dalam dua jenis.
Pertama, digital footprint aktif yang merupakan data yang sengaja dibagikan pengguna, seperti unggahan media sosial atau e-mail. Kedua, digital footprint pasif yang merupakan data tanpa sadar telah ditinggalkan pengguna, seperti alamat IP atau browsing history.
Digital footprint terjadi ketika seseorang mengakses internet. Semua aktivitas yang dilakukan akan terekam dan tersimpan. Istilah digital footprint sebenarnya bukan istilah baru. Namun, istilah ini makin populer karena fenomena kejahatan siber.
Ada beberapa bahaya yang bisa saja terjadi. Pertama, digital exposure yang mungkin menyebabkan pencurian identitas atau tindakan kriminal lain. Kedua, terjadinya phising karena mendapatkan informasi sensitif dari digital footprint. Ketiga, merusak reputasi karena informasi atau hal yang dilakukan di masa lalu.
Unggahan foto, aktivitas berbagi pesan, mengunjungi laman situs, unggahan konten atau meninggalkan komentar, mengisi data pribadi, internet banking dan masih banyak lagi. Data-data itu merupakan jejak digital yang tanpa sadar akan tersimpan di internet.
Digital footprint atau jejak digital artinya semua jejak data yang ditinggalkan ketika menggunakan internet. Bentuknya bisa berupa unggahan media sosial, e-mail, hingga IP address dan browsing history.
Tidak jarang seseorang mencoba menghapus jejak digital di media sosial yang dikehendaki. Namun, tidak semua situs bisa mengabulkannya. Digital footprint dibedakan ke dalam dua jenis.
Pertama, digital footprint aktif yang merupakan data yang sengaja dibagikan pengguna, seperti unggahan media sosial atau e-mail. Kedua, digital footprint pasif yang merupakan data tanpa sadar telah ditinggalkan pengguna, seperti alamat IP atau browsing history.
Digital footprint terjadi ketika seseorang mengakses internet. Semua aktivitas yang dilakukan akan terekam dan tersimpan. Istilah digital footprint sebenarnya bukan istilah baru. Namun, istilah ini makin populer karena fenomena kejahatan siber.
Ada beberapa bahaya yang bisa saja terjadi. Pertama, digital exposure yang mungkin menyebabkan pencurian identitas atau tindakan kriminal lain. Kedua, terjadinya phising karena mendapatkan informasi sensitif dari digital footprint. Ketiga, merusak reputasi karena informasi atau hal yang dilakukan di masa lalu.