LANGIT7.ID - Aspek keamanan merupakan hal penting yang harus diperhatikan di dunia maya. Ketika melakukan aktivitas digital baik sadar maupun tidak, warganet telah meninggalkan jejak digital (
digital footprint) selama berselancar di dunia maya.
Unggahan foto, aktivitas berbagi pesan, mengunjungi laman situs, unggahan konten atau meninggalkan komentar, mengisi data pribadi, internet banking dan masih banyak lagi. Data-data itu merupakan jejak digital yang tanpa sadar akan tersimpan di internet.
Digital footprint atau jejak digital artinya semua jejak data yang ditinggalkan ketika menggunakan internet. Bentuknya bisa berupa unggahan media sosial, e-mail, hingga IP
address dan
browsing history.
Tidak jarang seseorang mencoba menghapus jejak digital di media sosial yang dikehendaki. Namun, tidak semua situs bisa mengabulkannya.
Digital footprint dibedakan ke dalam dua jenis.
Pertama
, digital footprint aktif yang merupakan data yang sengaja dibagikan pengguna, seperti unggahan media sosial atau e-mail. Kedua, digital footprint pasif yang merupakan data tanpa sadar telah ditinggalkan pengguna, seperti alamat IP atau browsing history.
Digital footprint terjadi ketika seseorang mengakses internet. Semua aktivitas yang dilakukan akan terekam dan tersimpan. Istilah digital footprint sebenarnya bukan istilah baru. Namun, istilah ini makin populer karena fenomena kejahatan siber.
Ada beberapa bahaya yang bisa saja terjadi. Pertama,
digital exposure yang mungkin menyebabkan pencurian identitas atau tindakan kriminal lain. Kedua, terjadinya
phising karena mendapatkan informasi sensitif dari digital footprint. Ketiga, merusak reputasi karena informasi atau hal yang dilakukan di masa lalu.
Meski sulit,
digital footprint sebenarnya bisa dihapus. Meski demikian, tidak semua situs yang menyimpan digital footprint bisa dihapus dengan mudah. Youtube dan Netflix termasuk situs yang tidak memungkinkan pengguna menghapus jejaknya.
Lalu apa yang bisa dilakukan? keberadaan
digital footprint merupakan hal yang tak bisa dihindari di era internet saat ini. Maka itu, lebih baik mengelola
digital footprint dengan baik. Ada beberapa cara bisa dilakukan.
1. menghindari penyebaran data sensitif seperti alamat rumah, nomor HP, NIK, hingga rekening tabungan.
2. Selalu berhati-hati dan waspada terhadap apapun yang dibagikan di internet.
3. Tinjau privasi platform yang digunakan dan pastikan privasi itu terjaga.
4. Pikirkan yang akan terjadi sebelum mengunggah sesuatu, khususnya di media sosial.
5. Cari namamu sendiri di pencarian dan hapus semua informasi sensitif yang kamu temukan.
6. Gunakan akun berbeda untuk berbagai keperluan, pekerjaan, pendidikan, dan berbelanja.
Sumber: Center for Digital Society UGM
(jqf)