Menbud Fadli Zon Dorong Kolaborasi Budaya di Jawa Tengah: Warisan Takbenda Jadi Aset Strategis
Tim langit 7
Rabu, 04 Juni 2025 - 09:31 WIB
Menbud Fadli Zon Dorong Kolaborasi Budaya di Jawa Tengah: Warisan Takbenda Jadi Aset Strategis
LANGIT7.ID-Jakarta;Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menghadiri diskusi budaya bersama sejumlah pemangku kepentingan kebudayaan di Pendopo Ageng Gendhon Humardhani, Taman Budaya Jawa Tengah. Dialog ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Menteri Kebudayaan di Surakarta dan upaya memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk pemajuan kebudayaan.
Pada kesempatan ini, Menbud Fadli Zon berdiskusi langsung dengan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Eris Yunianto; Kepala Taman Budaya Jawa Tengah, Suratno; serta sejumlah mitra dan kurator Taman Budaya Jawa Tengah. Turut hadir pula perwakilan dari Komunitas Jambore Keris Nusantara.
Dalam sambutannya, Menbud Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas peran strategis Taman Budaya Jawa Tengah sebagai pusat pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan di daerah. Menbud menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pelaku budaya, komunitas, akademisi, hingga sektor swasta, dalam mengakselerasi kemajuan kebudayaan nasional.
“Pemajuan kebudayaan ini adalah tugas kita bersama. Bukan hanya tugas pemerintah pusat, bukan hanya tugas pemerintah provinsi, kabupaten, kota, tapi juga bersama-sama, termasuk dengan para pelaku budaya, pegiat budaya, pejuang budaya, komunitas-komunitas dan sanggar-sanggar budaya termasuk sanggar-sanggar seni di dalamnya. Kita sekarang juga merangkul sektor swasta supaya ikut terlibat di dalam pemajuan kebudayaan,” tegas Menbud Fadli Zon dalam keterangannya, Rabu (4/6/2025).
Menbud Fadli Zon juga menyoroti perlunya institusionalisasi pengetahuan budaya, termasuk warisan budaya takbenda, seperti keris, wayang, dan jamu, melalui program studi di perguruan tinggi, literasi publik, serta produksi film dan konten digital. Ia menekankan bahwa budaya bukan sekadar warisan, melainkan aset strategis bangsa yang dapat menjadi kekuatan ekonomi dan diplomasi budaya Indonesia di kancah global.
Dalam diskusi ini, Menbud Fadli Zon turut didampingi oleh Staf Khusus Menteri Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono; Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri, Anindita Kusuma; Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan, B.R.A Putri Woelan Sari Dewi; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X, Manggar Sari Ayuati; dan jajaran Kementerian Kebudayaan.
Menanggapi diskusi, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Eris Yunianto, dalam keterangannya mengatakan bahwa Jawa Tengah merupakan provinsi yang sangat kaya warisan budaya, termasuk warisan budaya takbenda.
Pada kesempatan ini, Menbud Fadli Zon berdiskusi langsung dengan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Eris Yunianto; Kepala Taman Budaya Jawa Tengah, Suratno; serta sejumlah mitra dan kurator Taman Budaya Jawa Tengah. Turut hadir pula perwakilan dari Komunitas Jambore Keris Nusantara.
Dalam sambutannya, Menbud Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas peran strategis Taman Budaya Jawa Tengah sebagai pusat pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan di daerah. Menbud menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pelaku budaya, komunitas, akademisi, hingga sektor swasta, dalam mengakselerasi kemajuan kebudayaan nasional.
“Pemajuan kebudayaan ini adalah tugas kita bersama. Bukan hanya tugas pemerintah pusat, bukan hanya tugas pemerintah provinsi, kabupaten, kota, tapi juga bersama-sama, termasuk dengan para pelaku budaya, pegiat budaya, pejuang budaya, komunitas-komunitas dan sanggar-sanggar budaya termasuk sanggar-sanggar seni di dalamnya. Kita sekarang juga merangkul sektor swasta supaya ikut terlibat di dalam pemajuan kebudayaan,” tegas Menbud Fadli Zon dalam keterangannya, Rabu (4/6/2025).
Menbud Fadli Zon juga menyoroti perlunya institusionalisasi pengetahuan budaya, termasuk warisan budaya takbenda, seperti keris, wayang, dan jamu, melalui program studi di perguruan tinggi, literasi publik, serta produksi film dan konten digital. Ia menekankan bahwa budaya bukan sekadar warisan, melainkan aset strategis bangsa yang dapat menjadi kekuatan ekonomi dan diplomasi budaya Indonesia di kancah global.
Dalam diskusi ini, Menbud Fadli Zon turut didampingi oleh Staf Khusus Menteri Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono; Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri, Anindita Kusuma; Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan, B.R.A Putri Woelan Sari Dewi; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X, Manggar Sari Ayuati; dan jajaran Kementerian Kebudayaan.
Menanggapi diskusi, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Eris Yunianto, dalam keterangannya mengatakan bahwa Jawa Tengah merupakan provinsi yang sangat kaya warisan budaya, termasuk warisan budaya takbenda.