Takbir Muqayyad Dimulai sejak Fajar Hari Arafah: Begini Lafaznya
Miftah yusufpati
Rabu, 04 Juni 2025 - 15:33 WIB
Bagi laki-laki disyariatkan mengeraskan suara, dan bagi perempuan melirihkannya. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni mengatakan: Al-Qadhi berkata, ‘Takbir pada hari raya kurban (Idul Adha) ada yang mutlak dan ada yang muqayyad. Takbir muqayyad dilakukan setelah salat, sedangkan takbir mutlak dilakukan dalam setiap keadaan, bahkan di pasar-pasar dan setiap waktu.’”
Takbir mutlak dimulai sejak awal bulan Dzulhijjah, sedangkan takbir muqayyad dimulai sejak fajar hari Arafah hingga ashar pada akhir hari Tasyrik.
Imam Ahmad rahimahullah pernah ditanya, “Dengan hadis apa engkau berpendapat bahwa takbir dimulai sejak salat fajar hari Arafah hingga ashar hari Tasyrik?”
Beliau menjawab: “Dengan ijma’: Umar, Ali, Ibnu Abbas, dan Ibnu Mas’ud.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu’ Fatawa mengatakan: “Pendapat yang terkuat dalam masalah takbir adalah sebagaimana amalan mayoritas salaf dan ahli fikih dari kalangan sahabat dan para imam, yaitu bertakbir dari fajar hari Arafah sampai akhir hari Tasyrik. Disyariatkan bagi setiap orang untuk mengeraskan takbir ketika keluar menuju salat Id. Dan ini adalah kesepakatan empat imam mazhab."
Baca juga: Amalan Dzulhijjah: Memperbanyak Zikir dan Takbir, Berhaji, dan Kurban
Adapun takbir pada Idul Fitri dimulai sejak melihat hilal Syawal dan berakhir setelah salat Id, yakni setelah imam selesai berkhutbah menurut pendapat yang benar.”
Takbir mutlak dimulai sejak awal bulan Dzulhijjah, sedangkan takbir muqayyad dimulai sejak fajar hari Arafah hingga ashar pada akhir hari Tasyrik.
Imam Ahmad rahimahullah pernah ditanya, “Dengan hadis apa engkau berpendapat bahwa takbir dimulai sejak salat fajar hari Arafah hingga ashar hari Tasyrik?”
Beliau menjawab: “Dengan ijma’: Umar, Ali, Ibnu Abbas, dan Ibnu Mas’ud.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu’ Fatawa mengatakan: “Pendapat yang terkuat dalam masalah takbir adalah sebagaimana amalan mayoritas salaf dan ahli fikih dari kalangan sahabat dan para imam, yaitu bertakbir dari fajar hari Arafah sampai akhir hari Tasyrik. Disyariatkan bagi setiap orang untuk mengeraskan takbir ketika keluar menuju salat Id. Dan ini adalah kesepakatan empat imam mazhab."
Baca juga: Amalan Dzulhijjah: Memperbanyak Zikir dan Takbir, Berhaji, dan Kurban
Adapun takbir pada Idul Fitri dimulai sejak melihat hilal Syawal dan berakhir setelah salat Id, yakni setelah imam selesai berkhutbah menurut pendapat yang benar.”