Indonesia dan Selandia Baru Sepakat Perluas Ekspor Buah Tropis, Produk Halal, dan Energi Bersih dalam Pertemuan di Paris
Tim langit 7
Rabu, 04 Juni 2025 - 16:16 WIB
Indonesia dan Selandia Baru Sepakat Perluas Ekspor Buah Tropis, Produk Halal, dan Energi Bersih dalam Pertemuan di Paris
LANGIT7.ID-Jakarta;Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Selandia Baru Todd McClay di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Dewan OECD di Paris, Prancis, pada Rabu (4/06). Pertemuan tersebut menjadi momen penting untuk memperdalam kerja sama dan membuka peluang baru dalam hubungan bilateral kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas rencana kunjungan Menteri McClay ke Indonesia pada Juli mendatang, sekaligus menyiapkan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon yang sempat tertunda. Diskusi juga mencakup berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi dalam perdagangan antara kedua negara.
Baca juga: Indonesia Dapat Dukungan Jepang Gabung OECD, Proyek Raksasa Muara Laboh Siap Tancap Gas!
Pada 2024, nilai perdagangan Indonesia dan Selandia Baru mencapai USD1,92 miliar. Pemerintah Indonesia tengah memperluas akses ekspor buah tropis, seperti nanas yang sudah berhasil menembus pasar Selandia Baru. Menyusul, komoditas hortikultura unggulan Indonesia seperti pisang, mangga, dan pepaya yang saat ini sedang dalam proses. “Kami harap Selandia Baru dapat membuka akses pasar yang lebih luas untuk buah tropis Indonesia,” tutur Menko Airlangga dalam keterangannya, Rabu (4/6/2025).
Investasi Selandia Baru di Indonesia juga menunjukkan tren positif mencapai USD26 juta pada 2024. Kedua negara sepakat meningkatkan nilai perdagangan menjadi NZD6 miliar pada 2029 lewat rencana aksi bersama yang menyeluruh.
Selain itu, kedua negara juga membahas dampak kebijakan tarif universal 10% yang diterapkan Amerika Serikat, yang memengaruhi produk pertanian dan industri Selandia Baru. Indonesia merespons dengan membuka dialog intensif dan menawarkan paket investasi, serta kerja sama di sektor energi, pertanian, dan teknologi strategis.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas rencana kunjungan Menteri McClay ke Indonesia pada Juli mendatang, sekaligus menyiapkan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon yang sempat tertunda. Diskusi juga mencakup berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi dalam perdagangan antara kedua negara.
Baca juga: Indonesia Dapat Dukungan Jepang Gabung OECD, Proyek Raksasa Muara Laboh Siap Tancap Gas!
Pada 2024, nilai perdagangan Indonesia dan Selandia Baru mencapai USD1,92 miliar. Pemerintah Indonesia tengah memperluas akses ekspor buah tropis, seperti nanas yang sudah berhasil menembus pasar Selandia Baru. Menyusul, komoditas hortikultura unggulan Indonesia seperti pisang, mangga, dan pepaya yang saat ini sedang dalam proses. “Kami harap Selandia Baru dapat membuka akses pasar yang lebih luas untuk buah tropis Indonesia,” tutur Menko Airlangga dalam keterangannya, Rabu (4/6/2025).
Investasi Selandia Baru di Indonesia juga menunjukkan tren positif mencapai USD26 juta pada 2024. Kedua negara sepakat meningkatkan nilai perdagangan menjadi NZD6 miliar pada 2029 lewat rencana aksi bersama yang menyeluruh.
Selain itu, kedua negara juga membahas dampak kebijakan tarif universal 10% yang diterapkan Amerika Serikat, yang memengaruhi produk pertanian dan industri Selandia Baru. Indonesia merespons dengan membuka dialog intensif dan menawarkan paket investasi, serta kerja sama di sektor energi, pertanian, dan teknologi strategis.