home masjid

Mengapa Binatang atau Makanan Tertentu Diharamkan? Begini Penjelasan Quraish Shihab

Kamis, 05 Juni 2025 - 16:28 WIB
Prof Quraish Shihab. Foto/Ilustrasi: Ist
LANGT7.ID- Banyak analisis yang dikemukakan para pakar tentang sebab-sebab diharamkannya binatang atau makanan tertentu. Babi, misalnya, dinilai mengidap berbagai jenis kuman dan cacing yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Tenasolium adalah salah satu nama cacing yang berkembang biak dalam pencernaan dan panjangnya dapat mencapai delapan meter.

Pada tahun 1968 ditemukan sejenis kuman yang merupakan penyebab kematian banyak pasien di Belanda dan Denmark. Pada tahun 1918, flu babi pernah menyerang banyak bagian dunia dan menelan korban jutaan orang.

Flu ini kembali muncul pada tahun 1977, dan di Amerika Serikat dilakukan imunisasi yang menelan biaya 135 juta dolar. Demikian sekelumit bahaya babi, sebagaimana dikemukakan oleh Faruq Musahil dalam bukunya Tahrim Al-Khinzir fi Al-Islam.

Lemak babi mengandung complicated fats, antara lain trigliserida, dan dagingnya mengandung kolesterol yang sangat tinggi, mencapai lima belas kali lipat lebih banyak daripada daging sapi.

Baca juga: Makanan Berpengaruh Besar terhadap Pertumbuhan dan Kesehatan Jiwa Manusia



Dalam Encyclopedia Americana dijelaskan perbandingan kadar lemak yang terdapat pada babi, domba, dan kerbau. Dalam kadar berat yang sama, babi mengandung 50% lemak, domba 17%, dan kerbau tidak lebih dari 5%. Demikian keterangan Ahmad Syauqi Al-Fanjari dalam bukunya Ath-Thib Al-Wiqaiy fi Al-Islam.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya