Kisah Haji Wada' Nabi Muhammad SAW Bersama 114.000 Kaum Muslimin
Miftah yusufpati
Jum'at, 06 Juni 2025 - 04:15 WIB
Sejarawan menyebutkan ada yang mengatakan 90.000 orang, ada pula yang menyebutkan 114.000 orang. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Dalam ibadah haji, terdapat suatu manasik (upacara) di mana Nabi Muhammad SAW menjadi teladan bagi umat Islam. Begitu orang mengetahui bahwa Nabi telah menetapkan akan pergi haji dan mengajak mereka ikut serta, tersebarlah ajakan itu ke segenap penjuru semenanjung.
Ribuan orang datang ke Madinah dari berbagai penjuru: dari kota-kota dan pedalaman, dari pegunungan dan padang pasir, dari semua pelosok Tanah Arab yang membentang luas, yang kala itu telah bersinar dengan cahaya Tuhan dan cahaya Nabi yang mulia.
Di sekitar kota Madinah pun telah didirikan kemah-kemah untuk seratus ribu orang atau lebih yang datang memenuhi seruan Nabi, Rasulullah SAW.
Muhammad Husain Haekal dalam buku "Sejarah Hidup Muhammad" mengisahkan mereka datang sebagai saudara untuk saling mengenal; mereka dipersatukan oleh rasa kasih sayang, keikhlasan hati, dan ukhuwah Islamiah—padahal dalam tahun-tahun sebelumnya mereka saling bermusuhan.
Kala itu, ribuan orang itu sedang mengamati kota, masing-masing dengan senyum di bibir dan wajah yang cerah berseri-seri. Berkumpulnya mereka menggambarkan kebenaran yang telah memperoleh kemenangan. Nur Ilahi telah tersebar luas, menjadikan mereka semua teguh bersatu laksana sebuah bangunan yang kokoh.
Baca juga: Keutamaan dan Pahala Menjenguk Orang Sakit Berdasar Hadis Nabi Muhammad SAW
Pada 25 Zulkaidah tahun kesepuluh Hijriah, Nabi berangkat bersama seluruh istri-istrinya, masing-masing dalam hodah (tandu di atas unta). Ia berangkat dengan diikuti jumlah manusia yang sangat besar. Sejarawan menyebutkan ada yang mengatakan 90.000 orang, ada pula yang menyebutkan 114.000 orang. Mereka berangkat dipenuhi iman, jantung mereka dipenuhi kegembiraan dan keikhlasan, menuju Baitullah yang suci. Mereka hendak menunaikan ibadah haji akbar.
Ribuan orang datang ke Madinah dari berbagai penjuru: dari kota-kota dan pedalaman, dari pegunungan dan padang pasir, dari semua pelosok Tanah Arab yang membentang luas, yang kala itu telah bersinar dengan cahaya Tuhan dan cahaya Nabi yang mulia.
Di sekitar kota Madinah pun telah didirikan kemah-kemah untuk seratus ribu orang atau lebih yang datang memenuhi seruan Nabi, Rasulullah SAW.
Muhammad Husain Haekal dalam buku "Sejarah Hidup Muhammad" mengisahkan mereka datang sebagai saudara untuk saling mengenal; mereka dipersatukan oleh rasa kasih sayang, keikhlasan hati, dan ukhuwah Islamiah—padahal dalam tahun-tahun sebelumnya mereka saling bermusuhan.
Kala itu, ribuan orang itu sedang mengamati kota, masing-masing dengan senyum di bibir dan wajah yang cerah berseri-seri. Berkumpulnya mereka menggambarkan kebenaran yang telah memperoleh kemenangan. Nur Ilahi telah tersebar luas, menjadikan mereka semua teguh bersatu laksana sebuah bangunan yang kokoh.
Baca juga: Keutamaan dan Pahala Menjenguk Orang Sakit Berdasar Hadis Nabi Muhammad SAW
Pada 25 Zulkaidah tahun kesepuluh Hijriah, Nabi berangkat bersama seluruh istri-istrinya, masing-masing dalam hodah (tandu di atas unta). Ia berangkat dengan diikuti jumlah manusia yang sangat besar. Sejarawan menyebutkan ada yang mengatakan 90.000 orang, ada pula yang menyebutkan 114.000 orang. Mereka berangkat dipenuhi iman, jantung mereka dipenuhi kegembiraan dan keikhlasan, menuju Baitullah yang suci. Mereka hendak menunaikan ibadah haji akbar.