Khotbah Perpisahaan Nabi Muhammad SAW: Ya Allah! Sudahkah Aku Menyampaikannya?
Miftah yusufpati
Jum'at, 06 Juni 2025 - 05:15 WIB
Jemaah haji di Mina. Ilustrasi: Ist
PADA hari kedelapan Dzulhijah, yaitu Hari Tarwiyah, Nabi Muhammad pergi ke Mina. Sepanjang hari itu, sambil melaksanakan salat wajib, beliau tinggal di kemahnya. Begitu pula malam harinya, hingga waktu fajar menyingsing pada hari haji. Setelah salat Subuh, beliau menunggang untanya, al-Qashwa’. Tatkala matahari mulai terbit, beliau menuju ke arah Gunung Arafah. Arus manusia dari belakang mengikutinya.Setibanya di Gunung Arafah, beliau dikelilingi oleh ribuan kaum Muslimin yang mengikuti perjalanannya. Ada yang mengucapkan talbiyah, ada pula yang bertakbir, sementara Nabi mendengarkan dan membiarkan mereka berzikir sesuai niat masing-masing.Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" menceritakan di Namirah, sebuah desa di sebelah timur Arafah, telah disiapkan sebuah kemah untuk Nabi atas permintaannya. Ketika matahari tergelincir, beliau meminta unta al-Qashwa' dan melanjutkan perjalanan hingga sampai di perut lembah di daerah 'Urnah. Di tempat itulah, Nabi memanggil manusia, sambil tetap berada di atas untanya, dengan suara lantang. Namun, karena jumlah jamaah sangat banyak, ucapannya diulang oleh Rabi‘ah bin Umayyah bin Khalaf.
Baca juga: Viral Jamaah Haji Tiongkok Kompak Bersih-Bersih Jalanan di MekkahSetelah mengucapkan puji dan syukur kepada Allah dengan berhenti di setiap anak kalimat, beliau berkata:
Baca juga: Menag Pastikan Seluruh Jamaah Haji RI Dapat Tenda Sebelum Wukuf
Sementara Nabi menyampaikan khotbah ini, Rabi‘ah mengulanginya kalimat demi kalimat, sambil meminta agar orang-orang memperhatikan dengan penuh kesadaran. Nabi juga menugaskannya untuk menanyakan kepada mereka, seperti saat Nabi bertanya, “Hari apakah ini?” Mereka menjawab, “Hari Haji Akbar.” Lalu Nabi berkata, “Katakan kepada mereka, bahwa darah dan harta kalian telah disucikan Allah, sebagaimana sucinya hari ini, sampai kalian bertemu dengan Tuhan kalian.”Setelah sampai pada penutup khutbahnya, beliau kembali berkata:Serentak dari segenap penjuru, orang-orang menjawab, “Ya!”Lalu Nabi bersabda:Setelah menyampaikan khutbahnya, Nabi turun dari unta al-Qashwa’. Beliau masih tinggal di tempat itu hingga waktu salat Zuhur dan Asar. Setelah itu, beliau menaiki kembali untanya menuju Shakharat. Pada saat itulah, beliau membacakan firman Allah:Ketika Abu Bakar mendengar ayat tersebut, ia menangis. Ia merasa bahwa risalah Nabi telah selesai dan saat perpisahan dengan Nabi telah dekat.Setelah meninggalkan Arafah malam itu, Nabi bermalam di Muzdalifah. Pagi-pagi, beliau bangun dan turun ke Masy‘aril Haram. Kemudian beliau pergi ke Mina, dan dalam perjalanan itu beliau melempar jumrah dengan batu-batu kerikil. Setibanya di kemah, beliau menyembelih 63 ekor unta, masing-masing mewakili satu tahun umurnya. Sisanya, dari total 100 ekor unta kurban yang beliau bawa dari Madinah, disembelih oleh Ali. Setelah itu, Nabi mencukur rambut dan menyelesaikan ibadah hajinya.
Baca juga: Jamaah Haji Ikuti Wukuf di Arafah, Apa Saja Kegiatannya?Dengan selesainya ibadah haji ini, ada yang menyebutnya sebagai Haji Wada’ (Haji Perpisahan), ada yang menyebut Haji Balagh (Haji Penyampaian), dan ada juga yang menamainya Haji Islam. Semua nama itu benar. Disebut Haji Perpisahan karena ini adalah kali terakhir Nabi melihat Makkah dan Ka‘bah. Disebut Haji Islam karena Allah telah menyempurnakan agama ini dan mencukupkan nikmat-Nya kepada umat manusia. Disebut Haji Penyampaian karena Nabi telah menyampaikan seluruh ajaran yang diperintahkan Allah kepadanya. Muhammad tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.
Baca juga: Viral Jamaah Haji Tiongkok Kompak Bersih-Bersih Jalanan di MekkahSetelah mengucapkan puji dan syukur kepada Allah dengan berhenti di setiap anak kalimat, beliau berkata:
Baca juga: Menag Pastikan Seluruh Jamaah Haji RI Dapat Tenda Sebelum Wukuf
Sementara Nabi menyampaikan khotbah ini, Rabi‘ah mengulanginya kalimat demi kalimat, sambil meminta agar orang-orang memperhatikan dengan penuh kesadaran. Nabi juga menugaskannya untuk menanyakan kepada mereka, seperti saat Nabi bertanya, “Hari apakah ini?” Mereka menjawab, “Hari Haji Akbar.” Lalu Nabi berkata, “Katakan kepada mereka, bahwa darah dan harta kalian telah disucikan Allah, sebagaimana sucinya hari ini, sampai kalian bertemu dengan Tuhan kalian.”Setelah sampai pada penutup khutbahnya, beliau kembali berkata:Serentak dari segenap penjuru, orang-orang menjawab, “Ya!”Lalu Nabi bersabda:Setelah menyampaikan khutbahnya, Nabi turun dari unta al-Qashwa’. Beliau masih tinggal di tempat itu hingga waktu salat Zuhur dan Asar. Setelah itu, beliau menaiki kembali untanya menuju Shakharat. Pada saat itulah, beliau membacakan firman Allah:Ketika Abu Bakar mendengar ayat tersebut, ia menangis. Ia merasa bahwa risalah Nabi telah selesai dan saat perpisahan dengan Nabi telah dekat.Setelah meninggalkan Arafah malam itu, Nabi bermalam di Muzdalifah. Pagi-pagi, beliau bangun dan turun ke Masy‘aril Haram. Kemudian beliau pergi ke Mina, dan dalam perjalanan itu beliau melempar jumrah dengan batu-batu kerikil. Setibanya di kemah, beliau menyembelih 63 ekor unta, masing-masing mewakili satu tahun umurnya. Sisanya, dari total 100 ekor unta kurban yang beliau bawa dari Madinah, disembelih oleh Ali. Setelah itu, Nabi mencukur rambut dan menyelesaikan ibadah hajinya.
Baca juga: Jamaah Haji Ikuti Wukuf di Arafah, Apa Saja Kegiatannya?Dengan selesainya ibadah haji ini, ada yang menyebutnya sebagai Haji Wada’ (Haji Perpisahan), ada yang menyebut Haji Balagh (Haji Penyampaian), dan ada juga yang menamainya Haji Islam. Semua nama itu benar. Disebut Haji Perpisahan karena ini adalah kali terakhir Nabi melihat Makkah dan Ka‘bah. Disebut Haji Islam karena Allah telah menyempurnakan agama ini dan mencukupkan nikmat-Nya kepada umat manusia. Disebut Haji Penyampaian karena Nabi telah menyampaikan seluruh ajaran yang diperintahkan Allah kepadanya. Muhammad tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.
(mif)