Gagal Menjuarai Roland Garros, Aryna Sabalenka Ribut Dengan Coco Gauff Lewat Pernyataannya Yang Remehkan Sang Juara
Sururi al faruq
Senin, 09 Juni 2025 - 18:27 WIB
Gagal Menjuarai Roland Garros, Aryna Sabalenka Ribut Dengan Coco Gauff Lewat Pernyataannya Yang Remehkan Sang Juara
LANGIT7.ID-Paris; Runner-up Roland Garros yang gagal menjuarai Roland Garros terpaksa bikin klarifikasi lagi atas pernyataanya yang menyudutkan Coco Gauff sebagai sang juara.
Melalui unggahan Instagram Story pada Minggu, pemain peringkat satu dunia itu merefleksikan hari yang berat sambil mengakui bahwa lawannya mampu menghadapi situasi dengan lebih baik dalam kondisi yang sama.
"Kemarin hari yang sulit. Coco menangani kondisi lapangan jauh lebih baik dariku dan benar-benar layak menang. Dia pemain yang lebih baik kemarin, dan aku ingin memberi penghargaan yang pantas dia dapatkan," tulis Sabalenka.
Sabalenka kehilangan servis sembilan kali dalam kekalahan 6-7 (5), 6-2, 6-4, hanya memenangkan 48% poin dari servis pertamanya. Dia juga membuat 70 kesalahan tanpa paksaan, dengan 39 di antaranya berasal dari pukulan backhand.
"Kalian semua tahu aku... Aku selalu jujur dan manusiawi dalam menghadapi momen seperti ini. Aku membuat lebih dari 70 kesalahan, jadi tak bisa berpura-pura ini hari yang baik bagiku. Tapi kedua hal ini bisa benar... Aku tidak bermain maksimal, dan Coco tampil dengan tenang dan penuh tekad."
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Sabalenka menggambarkan penampilannya sebagai "final terburuk yang pernah aku mainkan." Namun, juara tiga turnamen major itu juga menyatakan keyakinan bahwa Iga Swiatek akan mengalahkan Gauff seandainya sang juara bertahan tiga kali itu lolos melawan Sabalenka di semifinal.
"Jika Iga mengalahkanku di hari lain, kurasa dia akan menang hari ini," tegas Sabalenka.
Melalui unggahan Instagram Story pada Minggu, pemain peringkat satu dunia itu merefleksikan hari yang berat sambil mengakui bahwa lawannya mampu menghadapi situasi dengan lebih baik dalam kondisi yang sama.
"Kemarin hari yang sulit. Coco menangani kondisi lapangan jauh lebih baik dariku dan benar-benar layak menang. Dia pemain yang lebih baik kemarin, dan aku ingin memberi penghargaan yang pantas dia dapatkan," tulis Sabalenka.
Sabalenka kehilangan servis sembilan kali dalam kekalahan 6-7 (5), 6-2, 6-4, hanya memenangkan 48% poin dari servis pertamanya. Dia juga membuat 70 kesalahan tanpa paksaan, dengan 39 di antaranya berasal dari pukulan backhand.
"Kalian semua tahu aku... Aku selalu jujur dan manusiawi dalam menghadapi momen seperti ini. Aku membuat lebih dari 70 kesalahan, jadi tak bisa berpura-pura ini hari yang baik bagiku. Tapi kedua hal ini bisa benar... Aku tidak bermain maksimal, dan Coco tampil dengan tenang dan penuh tekad."
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Sabalenka menggambarkan penampilannya sebagai "final terburuk yang pernah aku mainkan." Namun, juara tiga turnamen major itu juga menyatakan keyakinan bahwa Iga Swiatek akan mengalahkan Gauff seandainya sang juara bertahan tiga kali itu lolos melawan Sabalenka di semifinal.
"Jika Iga mengalahkanku di hari lain, kurasa dia akan menang hari ini," tegas Sabalenka.