Cinta Laura Lontarkan Kritik Keras Atas Kerusakan Raja Ampat
Esti setiyowati
Senin, 09 Juni 2025 - 19:51 WIB
Cinta Laura mengkritik para penguasa atas kerusakan alam di Raja Ampat. Foto: Instagram/claurakiehl.
Cinta Laura dikenal sebagai artis yang peduli akan kelestarian lingkungan. Adanya aktivitas tambang nikel di Raja Ampat memicu kegeraman Cinta Laura untuk ikut bersuara.
Lewat Instagram pribadinya, Cinta Laura mengeluarkan pernyataan tajam terhadap kondisi alam juga masyarakat di tanah Papua.
Ia menyebut eksploitasi alam di Raja Ampat sebagai putusnya hubungan spiritual dengan alam.
Baca juga: Bukan Adu Outfit, Cinta Laura ke Dukuh Atas Malah Pungut Sampah
Artis keturunan Jerman ini mengaku penasaran dengan orang-orang tamak di balik kerusakan Raja Ampat.
“Saat izin ditandatangani dan dividen dicairkan, aku penasaran apakah orang-orang serakah ini masih ingat dengan wajah-wajah manusia yang dikorbankan dan ditinggalkan dengan tempat tinggal yang hancur dan tanah yang diracuni?” kata Cinta Laura dikutip pada Senin, (9/6/2025).
Cinta Laura menyinggung bahwa rusaknya Raja Ampat semata demi nikel untuk menggerakkan mobil listrik. Dan hal itu bukanlah sebuah kemajuan untuk masyarakat, khususnya rakyat Papua.
Lewat Instagram pribadinya, Cinta Laura mengeluarkan pernyataan tajam terhadap kondisi alam juga masyarakat di tanah Papua.
Ia menyebut eksploitasi alam di Raja Ampat sebagai putusnya hubungan spiritual dengan alam.
Baca juga: Bukan Adu Outfit, Cinta Laura ke Dukuh Atas Malah Pungut Sampah
Artis keturunan Jerman ini mengaku penasaran dengan orang-orang tamak di balik kerusakan Raja Ampat.
“Saat izin ditandatangani dan dividen dicairkan, aku penasaran apakah orang-orang serakah ini masih ingat dengan wajah-wajah manusia yang dikorbankan dan ditinggalkan dengan tempat tinggal yang hancur dan tanah yang diracuni?” kata Cinta Laura dikutip pada Senin, (9/6/2025).
Cinta Laura menyinggung bahwa rusaknya Raja Ampat semata demi nikel untuk menggerakkan mobil listrik. Dan hal itu bukanlah sebuah kemajuan untuk masyarakat, khususnya rakyat Papua.