Kenapa Kick-off Jepang vs Indonesia Bisa Sore Hari Wib? Ini Jawabannya
Haris budiman
Selasa, 10 Juni 2025 - 06:30 WIB
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert dan gelandang Joey Pelupessy saat sesi konferensi pers di Jepang, Senin (9/6/2025) kemarin. (foto: PSSI)
LANGIT7.ID-Jika biasanya laga-laga timnas dilangsungkan malam hari waktu Indonesia barat (wib), tidak demikian dengan laga melawan Jepang yang kick-offnya berlangsung sore hari.
Dari jadwal resmi yang dikeluarkan, laga Jepang vs Indonesia akan dimulai pukul 17.35 wib. Atau menjelang waktu shalat magrib bagi umat muslim.
Bagaimana jadwal pertandingan di Jepang bisa berlangsung sore hari?
Jawabannya adalah pada soal perbedaan waktu. Indonesia dan Jepang memiliki perbedaan waktu sekitar 2 jam. Di mana waktu di Jepang itu lebih cepat 2 jam daripada waktu di Indonesia.
Jadi sebenarnya kalau mengacu waktu di Jepang, pertandingan tetap dilangsungkan pada malam hari, sekitar pukul 19.35 waktu setempat.
Soal waktu kick-off yang dilangsungkan sore ini sebenarnya sangat menguntungkan bagi pemegang hak siar atau televisi yang menyiarkan secara langsung pertandingan.
Sebab, waktu-waktu itu adalah bisa dikatakan waktu prime-time atau waktu siaran utama. Di mana 280 juta masyarakat Indonesia berpotensi menyaksikan langsung.
Dari jadwal resmi yang dikeluarkan, laga Jepang vs Indonesia akan dimulai pukul 17.35 wib. Atau menjelang waktu shalat magrib bagi umat muslim.
Bagaimana jadwal pertandingan di Jepang bisa berlangsung sore hari?
Jawabannya adalah pada soal perbedaan waktu. Indonesia dan Jepang memiliki perbedaan waktu sekitar 2 jam. Di mana waktu di Jepang itu lebih cepat 2 jam daripada waktu di Indonesia.
Jadi sebenarnya kalau mengacu waktu di Jepang, pertandingan tetap dilangsungkan pada malam hari, sekitar pukul 19.35 waktu setempat.
Soal waktu kick-off yang dilangsungkan sore ini sebenarnya sangat menguntungkan bagi pemegang hak siar atau televisi yang menyiarkan secara langsung pertandingan.
Sebab, waktu-waktu itu adalah bisa dikatakan waktu prime-time atau waktu siaran utama. Di mana 280 juta masyarakat Indonesia berpotensi menyaksikan langsung.