home masjid

Menimbang Kakbah dalam Bayang Genosida Israel di Gaza

Senin, 16 Juni 2025 - 05:15 WIB
Warga Gaza yang kelaparan. Foto: MEE
LANGIT7.ID-Gagasan fiqh prioritas Syaikh Yusuf al-Qaradawi menggugah nurani umat: dalam situasi darurat, menyelamatkan nyawa lebih utama daripada menunaikan ibadah sunnah berbiaya besar.

Artikel ini disusun berdasarkan buku "Fiqh al-Awlawiyyat" karya Syaikh Yusuf al-Qardhawi dan refleksi atas peristiwa Bosnia pada awal 1990-an. Kala itu, musim haji menjadi saksi pergeseran besar dalam cara sebagian ulama memandang tanggung jawab kolektif umat Islam. Masalah ini menjadi sangat relevan saat ini, saat umat Islam Palestina menghadapi genosida Israel.

Bukan soal berapa banyak jamaah menunaikan ibadah di Tanah Suci, melainkan bagaimana umat merespons tragedi yang melanda saudaranya sendiri.

Adalah Syaikh Yusuf al-Qardhawi, cendekiawan dan ulama kelahiran Mesir yang menetap di Qatar, yang membuka perdebatan itu. Dalam bukunya yang terbit 1996, Fiqh al-Awlawiyyat (Fiqh Prioritas), ia menyitir pendapat sahabatnya, jurnalis kenamaan Fahmi Huwaidi, yang menyatakan bahwa "menyelamatkan kaum Muslim Bosnia lebih utama daripada berhaji."

Baca juga: Bangunan Batu, Jiwa yang Terlupa: Kritik Al-Qardhawi atas Umat yang Salah Menimbang Amal

Pernyataan itu bukan sekadar provokasi moral, melainkan juga panggilan teologis yang mendasar: Mana yang lebih utama: ritual atau nyawa?

Al-Qardhawi tidak ragu. Ia berdiri di belakang pernyataan itu. "Kewajiban yang harus segera dilaksanakan harus didahulukan daripada kewajiban yang bisa ditunda," katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya