Event Café & Brasserie Expo Indonesia Ajang Promosi Kuliner Minuman
Tim langit 7
Senin, 16 Juni 2025 - 09:27 WIB
Event Caf & Brasserie Expo Indonesia menjadi ajang promosi kuliner minuman
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) mendukung ekspansi ekonomi kreatif terutama subsektor kuliner melalui Café & Brasserie Expo (CBE) Indonesia. Sebab, Kementerian Ekraf melihat subsektor kuliner memiliki daya tarik tinggi serta semakin diminati masyarakat.
“Pasar minuman di Indonesia mulai menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Kolaborasi lintas sektor melalui event seperti ini sangat penting untuk mendukung ekspansi ekonomi kreatif nasional demi mencapai tujuan pengembangan sektor kuliner yang inklusif,” kata Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Amir Hamzah dalam Kick Off Launching CBE Expo 2025, belum lama ini.
CBE Indonesia 2025 sendiri menjadi payung strategis bagi komunitas-komunitas kuat yaitu Indonesia Coffee Festival (ICF), Cokelat Expo Indonesia (CEI), Indonesia Tea Festival (ITF), dan Indonesia Wine Festival (IWF). Kehadiran CBE Indonesia 2025 merupakan pendekatan baru yang integratif melalui empat pilar utama yaitu pameran industri kopi, cokelat, teh, dan wine.
Sinergi ini membentuk ekosistem yang mempertemukan pegiat ekraf, komunitas kreatif, dan konsumen dalam satu ruang kolaboratif. Selain itu, CBE Indonesia 2025 menjadi ruang kurasi yang menyoroti asal-usul bahan, proses produksi, dan nilai keberlanjutan dari suatu produk minuman.
Kementerian Ekraf bersama Kementerian UMKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, dan Kementerian BUMN siap mendukung CBE 2025 yang diselenggarakan oleh Panorama Media.
Ajang ini akan berlangsung pada 10-12 Oktober 2025 di NICE (Nusantara International Convention Exhibition), PIK 2, sebagai kawasan yang menjelma jadi destinasi baru pusat bisnis dan gaya hidup kreatif di Jakarta.
“Kami senang akhirnya kopi, teh, cokelat, dan wine bisa menjadi sorotan utama yang mencerminkan perubahan gaya hidup dan selera konsumen. Café & Brasserie Expo 2025 hadir sebagai panggung kurasi, tempat di mana artisan, brand lokal, dan komunitas dapat menunjukkan kualitas, nilai, dan cerita dibalik setiap rasa. Bahkan, menjadi bagian dari budaya, ekonomi, dan narasi baru dalam industri food and beverages Indonesia,” ujar Royanto Handaya sebagai Presiden Direktur Panorama Media.
“Pasar minuman di Indonesia mulai menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Kolaborasi lintas sektor melalui event seperti ini sangat penting untuk mendukung ekspansi ekonomi kreatif nasional demi mencapai tujuan pengembangan sektor kuliner yang inklusif,” kata Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Amir Hamzah dalam Kick Off Launching CBE Expo 2025, belum lama ini.
CBE Indonesia 2025 sendiri menjadi payung strategis bagi komunitas-komunitas kuat yaitu Indonesia Coffee Festival (ICF), Cokelat Expo Indonesia (CEI), Indonesia Tea Festival (ITF), dan Indonesia Wine Festival (IWF). Kehadiran CBE Indonesia 2025 merupakan pendekatan baru yang integratif melalui empat pilar utama yaitu pameran industri kopi, cokelat, teh, dan wine.
Sinergi ini membentuk ekosistem yang mempertemukan pegiat ekraf, komunitas kreatif, dan konsumen dalam satu ruang kolaboratif. Selain itu, CBE Indonesia 2025 menjadi ruang kurasi yang menyoroti asal-usul bahan, proses produksi, dan nilai keberlanjutan dari suatu produk minuman.
Kementerian Ekraf bersama Kementerian UMKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, dan Kementerian BUMN siap mendukung CBE 2025 yang diselenggarakan oleh Panorama Media.
Ajang ini akan berlangsung pada 10-12 Oktober 2025 di NICE (Nusantara International Convention Exhibition), PIK 2, sebagai kawasan yang menjelma jadi destinasi baru pusat bisnis dan gaya hidup kreatif di Jakarta.
“Kami senang akhirnya kopi, teh, cokelat, dan wine bisa menjadi sorotan utama yang mencerminkan perubahan gaya hidup dan selera konsumen. Café & Brasserie Expo 2025 hadir sebagai panggung kurasi, tempat di mana artisan, brand lokal, dan komunitas dapat menunjukkan kualitas, nilai, dan cerita dibalik setiap rasa. Bahkan, menjadi bagian dari budaya, ekonomi, dan narasi baru dalam industri food and beverages Indonesia,” ujar Royanto Handaya sebagai Presiden Direktur Panorama Media.