Retreat Kepemimpinan Selesai, Ahmad Luthfi Sebut Jateng Luas dan Tidak Bisa Sendiri-sendiri
Haris budiman
Selasa, 17 Juni 2025 - 07:15 WIB
Para pejabat pemerintahan di Jawa Tengah saat penutupan retreat, Senin (16/6/2025). (foto: jatengprov.go.id)
LANGIT7.ID-Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut bahwa provinsi Jawa Tengah luas. Untuk itu perlu kerja bersama dan tak bisa sendiri-sendiri.
Hal tersebut disampaikannya di penutupan Manunggal Leadership Retreat : Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah, Senin (16/6/2025). Kegiatan yang berlangsung 10-16 Juni 2025 di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah itu, menjadi energi baru untuk membangun Jateng ke depan.
Selama sepekan, ada sebanyak 438 peserta terdiri dari wakil bupati/ wali kota, kepala OPD, direktur BUMD, pejabat administrator, hingga analis kebijakan. Mereka mendapatkan pembekalan dari berbagai lembaga nasional, seperti Bappenas, KemenPAN-RB, Kemendagri, KPK RI, Kejaksaan Tinggi, hingga tokoh agama dan widyaiswara BPSDMD Jateng.
Ahmad Luthfi menyampaikan, retreat dilakukan untuk menyamakan persepsi dan kolaborasi baik OPD, kepala daerah, BUMD dan lainnya.
“Karena Jawa Tengah yang luas ini dan penduduk yang besar ini tidak bisa sendiri-sendiri. Tapi harus semangat dan dengan kebersamaan,” tuturnya dikutip dari jatengprov.go.id.
Di dalam retreat, ungkap Luthfi, peserta mendapat bekal materi cara mengelola wilayah dengan wawasan nusantara melalui Asta Cita Presiden, sehingga tercetus bentuk-bentuk kolaborasi dari pada visi-misi Jawa Tengah.
“Yang tidak hanya dilakukan oleh OPD, tapi oleh lintas sektoral, termasuk wakil bupati dan wakil wali kota kita ikutsertakan,” imbuhnya.
Hal tersebut disampaikannya di penutupan Manunggal Leadership Retreat : Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah, Senin (16/6/2025). Kegiatan yang berlangsung 10-16 Juni 2025 di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah itu, menjadi energi baru untuk membangun Jateng ke depan.
Selama sepekan, ada sebanyak 438 peserta terdiri dari wakil bupati/ wali kota, kepala OPD, direktur BUMD, pejabat administrator, hingga analis kebijakan. Mereka mendapatkan pembekalan dari berbagai lembaga nasional, seperti Bappenas, KemenPAN-RB, Kemendagri, KPK RI, Kejaksaan Tinggi, hingga tokoh agama dan widyaiswara BPSDMD Jateng.
Ahmad Luthfi menyampaikan, retreat dilakukan untuk menyamakan persepsi dan kolaborasi baik OPD, kepala daerah, BUMD dan lainnya.
“Karena Jawa Tengah yang luas ini dan penduduk yang besar ini tidak bisa sendiri-sendiri. Tapi harus semangat dan dengan kebersamaan,” tuturnya dikutip dari jatengprov.go.id.
Di dalam retreat, ungkap Luthfi, peserta mendapat bekal materi cara mengelola wilayah dengan wawasan nusantara melalui Asta Cita Presiden, sehingga tercetus bentuk-bentuk kolaborasi dari pada visi-misi Jawa Tengah.
“Yang tidak hanya dilakukan oleh OPD, tapi oleh lintas sektoral, termasuk wakil bupati dan wakil wali kota kita ikutsertakan,” imbuhnya.