Deportasi Massal Donald Trump Targetkan 3.000 Orang per Hari, Terbesar dalam Sejarah
Lusi mahgriefie
Selasa, 17 Juni 2025 - 16:28 WIB
sumber: reuters
Pemerintahan Donald Trump mengumumkan bahwa petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat atau US Immigration and Customs Enforcement (ICE) akan menargetkan setidaknya 3.000 penangkapan per hari terhadap para imigran. Angka ini naik dari sekira 650 per hari, selama lima bulan pertama masa jabatan kedua Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini mengarahkan pejabat imigrasi federal untuk memprioritaskan deportasi dari New York dan kota-kota lain, yang dipimpin Demokrat.
Di situs media sosial Truth Social, Trumps meminta ICE untuk melakukan program deportasi massal terbesar dalam sejarah.
"Untuk mencapai hal ini, kita harus memperluas upaya untuk menahan dan mendeportasi imigran ilegal di kota-kota terbesar di Amerika, seperti Los Angeles, Chicago, dan New York, tempat jutaan imigran ilegal tinggal," tulis Presiden AS itu, mengutip www.cbsnews.com, Selasa (17/6/2025).
Baca juga:Jutaan Demonstran Anti-Trump Padati Seluruh Wilayah AS; Trump Harus Pergi Sekarang!
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota New York Eric Adams mengatakan, para pemimpin kota akan mencari informasi lebih lanjut.
"Pemerintah federal bertanggung jawab atas penegakan hukum imigrasi, tetapi kami tidak akan bekerja sama dengan penegakan hukum sipil, dan kami akan mendorong orang-orang untuk tidak hidup dalam ketakutan dan melanjutkan hidup mereka," kata Adams.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini mengarahkan pejabat imigrasi federal untuk memprioritaskan deportasi dari New York dan kota-kota lain, yang dipimpin Demokrat.
Di situs media sosial Truth Social, Trumps meminta ICE untuk melakukan program deportasi massal terbesar dalam sejarah.
"Untuk mencapai hal ini, kita harus memperluas upaya untuk menahan dan mendeportasi imigran ilegal di kota-kota terbesar di Amerika, seperti Los Angeles, Chicago, dan New York, tempat jutaan imigran ilegal tinggal," tulis Presiden AS itu, mengutip www.cbsnews.com, Selasa (17/6/2025).
Baca juga:Jutaan Demonstran Anti-Trump Padati Seluruh Wilayah AS; Trump Harus Pergi Sekarang!
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota New York Eric Adams mengatakan, para pemimpin kota akan mencari informasi lebih lanjut.
"Pemerintah federal bertanggung jawab atas penegakan hukum imigrasi, tetapi kami tidak akan bekerja sama dengan penegakan hukum sipil, dan kami akan mendorong orang-orang untuk tidak hidup dalam ketakutan dan melanjutkan hidup mereka," kata Adams.