Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 18 Juni 2026
home global news detail berita

Deportasi Massal Donald Trump Targetkan 3.000 Orang per Hari, Terbesar dalam Sejarah

lusi mahgriefie Selasa, 17 Juni 2025 - 16:28 WIB
Deportasi Massal Donald Trump Targetkan 3.000 Orang per Hari, Terbesar dalam Sejarah
sumber: reuters
LANGIT7.ID-, - Pemerintahan Donald Trump mengumumkan bahwa petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat atau US Immigration and Customs Enforcement (ICE) akan menargetkan setidaknya 3.000 penangkapan per hari terhadap para imigran. Angka ini naik dari sekira 650 per hari, selama lima bulan pertama masa jabatan kedua Trump.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini mengarahkan pejabat imigrasi federal untuk memprioritaskan deportasi dari New York dan kota-kota lain, yang dipimpin Demokrat.

Di situs media sosial Truth Social, Trumps meminta ICE untuk melakukan program deportasi massal terbesar dalam sejarah.

"Untuk mencapai hal ini, kita harus memperluas upaya untuk menahan dan mendeportasi imigran ilegal di kota-kota terbesar di Amerika, seperti Los Angeles, Chicago, dan New York, tempat jutaan imigran ilegal tinggal," tulis Presiden AS itu, mengutip www.cbsnews.com, Selasa (17/6/2025).

Baca juga: Jutaan Demonstran Anti-Trump Padati Seluruh Wilayah AS; Trump Harus Pergi Sekarang!

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota New York Eric Adams mengatakan, para pemimpin kota akan mencari informasi lebih lanjut.

"Pemerintah federal bertanggung jawab atas penegakan hukum imigrasi, tetapi kami tidak akan bekerja sama dengan penegakan hukum sipil, dan kami akan mendorong orang-orang untuk tidak hidup dalam ketakutan dan melanjutkan hidup mereka," kata Adams.

Wali kota juga mengatakan kota akan selalu bekerja sama dengan penegak hukum pidana, seperti membantu otoritas federal menangkap anggota geng.

Pendapat dari Para Kandidat Pemilihan Wali Kota New York

Para kandidat dalam pemilihan pendahuluan Demokrat untuk wali kota, juga turut memberikan pendapatnya tentang arahan Trump untuk penegakan hukum imigrasi yang lebih ketat.

"Kita akan menghentikan Trump dan perang salibnya," kata mantan Gubernur Andrew Cuomo. "Dan Anda tahu apa yang ingin ia sampaikan kepada bangsa ini ketika ia berkata 'Saya akan mengejar imigran.' Ia mencoba memecah belah kita sebagai warga Amerika."

"Yang pertama-tama akan saya lakukan adalah mendukung undang-undang kota perlindungan kita. Ini adalah undang-undang yang telah menjaga keamanan warga New York berkali-kali," kata Anggota Majelis Zohran Mamdani.

Sementara itu, Pengawas Keuangan Brad Lander mengatakan bahwa dia akan terus hadir di pengadilan imigrasi.

Baca juga: Kerusuhan di LA Memicu Unjuk Rasa di Seluruh Wilayah AS, Buntut dari Kebijakan Imigrasi Trump

"Dan saya telah menemani orang-orang keluar gedung, yang, dalam satu kasus hakim memutuskan harus memiliki hak untuk mencari suaka, dan dia berkata saya khawatir agen ICE Donald Trump akan menangkap Anda saat keluar dari pintu. Jadi sebagai pejabat terpilih, saya mendukung tradisi imigran New York. Sebagai wali kota, saya akan melakukan hal yang sama," kata Lander.

"Kami tidak akan menoleransi agenda Trump yang rasis dan diskriminatif. Kami akan tetap menjadi kota perlindungan," kata mantan Anggota Majelis Michael Blake.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 18 Juni 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:50
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)