Iran dan AS Diam-Diam Gelar Pembicaraan Langsung di Tengah Serangan Israel
Nabil
Jum'at, 20 Juni 2025 - 08:52 WIB
Utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff (kiri), dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dok: Istimewa
LANGIT7.ID-Jakarta;Utusan khusus AS Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi diketahui telah beberapa kali melakukan percakapan lewat telepon sejak Israel memulai serangan terhadap Iran pekan lalu. Tiga diplomat menyampaikan ke Reuters bahwa pembicaraan ini dilakukan untuk mencari jalan damai secara diplomatik.
Menurut para diplomat yang enggan disebut namanya karena isu ini sangat sensitif, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan kembali ke meja perundingan jika Israel belum menghentikan serangannya yang dimulai pada 13 Juni lalu.
Mereka juga mengungkap bahwa pembahasan tersebut sempat menyinggung usulan dari AS yang diberikan ke Iran pada akhir Mei. Dalam usulan itu, AS menawarkan pembentukan konsorsium kawasan yang bertugas memperkaya uranium di luar wilayah Iran. Tapi sejauh ini, Teheran masih menolak tawaran itu.
Baik pejabat Iran maupun AS belum memberikan komentar resmi saat dimintai tanggapan oleh Reuters.
Diskusi lewat telepon minggu ini menjadi pembicaraan langsung paling substansial sejak kedua pihak memulai negosiasi pada bulan April. Sebelumnya, Araghchi dan Witkoff hanya sempat bertukar kata singkat di Oman dan Italia saat menghadiri pertemuan tidak langsung.
Seorang diplomat kawasan yang dekat dengan Teheran mengatakan bahwa Araghchi menyampaikan pada Witkoff bahwa Iran "bisa saja bersikap fleksibel dalam isu nuklir" jika Washington bersedia menekan Israel untuk menghentikan perang.
Seorang diplomat Eropa juga menyatakan, “Araghchi bilang ke Witkoff kalau Iran siap kembali ke negosiasi nuklir, tapi itu tidak mungkin dilakukan kalau Israel terus membombardir.”
Menurut para diplomat yang enggan disebut namanya karena isu ini sangat sensitif, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan kembali ke meja perundingan jika Israel belum menghentikan serangannya yang dimulai pada 13 Juni lalu.
Mereka juga mengungkap bahwa pembahasan tersebut sempat menyinggung usulan dari AS yang diberikan ke Iran pada akhir Mei. Dalam usulan itu, AS menawarkan pembentukan konsorsium kawasan yang bertugas memperkaya uranium di luar wilayah Iran. Tapi sejauh ini, Teheran masih menolak tawaran itu.
Baik pejabat Iran maupun AS belum memberikan komentar resmi saat dimintai tanggapan oleh Reuters.
Diskusi lewat telepon minggu ini menjadi pembicaraan langsung paling substansial sejak kedua pihak memulai negosiasi pada bulan April. Sebelumnya, Araghchi dan Witkoff hanya sempat bertukar kata singkat di Oman dan Italia saat menghadiri pertemuan tidak langsung.
Seorang diplomat kawasan yang dekat dengan Teheran mengatakan bahwa Araghchi menyampaikan pada Witkoff bahwa Iran "bisa saja bersikap fleksibel dalam isu nuklir" jika Washington bersedia menekan Israel untuk menghentikan perang.
Seorang diplomat Eropa juga menyatakan, “Araghchi bilang ke Witkoff kalau Iran siap kembali ke negosiasi nuklir, tapi itu tidak mungkin dilakukan kalau Israel terus membombardir.”