Iran Pertimbangkan Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS, Dunia Waspada
Nabil
Senin, 23 Juni 2025 - 05:54 WIB
Iran Pertimbangkan Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS, Dunia Waspada
LANGIT7.ID-Jakarta;Iran masih menunggu keputusan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi terkait rencana penutupan Selat Hormuz menyusul serangan bom Amerika Serikat, demikian disampaikan stasiun televisi Press TV pada Minggu (22/6). Sebelumnya, media Iran melaporkan bahwa parlemen sudah mendukung langkah tersebut.
Ancaman menutup Selat Hormuz memang sudah lama jadi senjata diplomasi Iran untuk menekan negara-negara Barat. Selat ini jadi jalur penting karena sekitar 20 persen kebutuhan minyak dan gas dunia melewati kawasan ini. Ketegangan kini semakin tinggi setelah AS menggempur fasilitas nuklir Iran pada malam sebelumnya.
Meski begitu, belum ada keputusan resmi bahwa parlemen benar-benar mengesahkan undang-undang untuk menutup selat tersebut. Media lain di Iran hanya mengutip pernyataan anggota Komisi Keamanan Nasional Parlemen, Esmail Kosari, yang menyebut bahwa “sementara ini, parlemen berkesimpulan bahwa kita harus menutup Selat Hormuz, tapi keputusan akhir tetap ada di tangan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.”
Kosari, yang juga merupakan komandan Pasukan Garda Revolusi (IRGC), sebelumnya menyatakan kepada Young Journalist Club bahwa penutupan selat sudah masuk agenda dan “akan dilakukan jika diperlukan.”
Sementara itu, ketika ditanya soal kemungkinan Iran menutup jalur perairan tersebut, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi memilih tidak menjawab secara langsung. Ia hanya mengatakan, “Iran punya banyak opsi yang bisa diambil.”
Sebagai informasi, Selat Hormuz terletak di antara Oman dan Iran, menghubungkan kawasan Teluk di utara dengan Teluk Oman di selatan, dan kemudian menuju Laut Arab. Di titik tersempitnya, selat ini hanya selebar 33 km, dengan jalur pelayaran masing-masing hanya sekitar 3 km untuk arah masuk dan keluar.
Ancaman menutup Selat Hormuz memang sudah lama jadi senjata diplomasi Iran untuk menekan negara-negara Barat. Selat ini jadi jalur penting karena sekitar 20 persen kebutuhan minyak dan gas dunia melewati kawasan ini. Ketegangan kini semakin tinggi setelah AS menggempur fasilitas nuklir Iran pada malam sebelumnya.
Meski begitu, belum ada keputusan resmi bahwa parlemen benar-benar mengesahkan undang-undang untuk menutup selat tersebut. Media lain di Iran hanya mengutip pernyataan anggota Komisi Keamanan Nasional Parlemen, Esmail Kosari, yang menyebut bahwa “sementara ini, parlemen berkesimpulan bahwa kita harus menutup Selat Hormuz, tapi keputusan akhir tetap ada di tangan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.”
Kosari, yang juga merupakan komandan Pasukan Garda Revolusi (IRGC), sebelumnya menyatakan kepada Young Journalist Club bahwa penutupan selat sudah masuk agenda dan “akan dilakukan jika diperlukan.”
Sementara itu, ketika ditanya soal kemungkinan Iran menutup jalur perairan tersebut, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi memilih tidak menjawab secara langsung. Ia hanya mengatakan, “Iran punya banyak opsi yang bisa diambil.”
Sebagai informasi, Selat Hormuz terletak di antara Oman dan Iran, menghubungkan kawasan Teluk di utara dengan Teluk Oman di selatan, dan kemudian menuju Laut Arab. Di titik tersempitnya, selat ini hanya selebar 33 km, dengan jalur pelayaran masing-masing hanya sekitar 3 km untuk arah masuk dan keluar.
(lam)