Intelijen AS: Serangan ke Iran Tak Hancurkan Program Nuklir, Cuma Mundurin Beberapa Bulan
Nabil
Rabu, 25 Juni 2025 - 13:06 WIB
Intelijen AS: Serangan ke Iran Tak Hancurkan Program Nuklir, Cuma Mundurin Beberapa Bulan
LANGIT7.ID–Jakarta;Laporan awal intelijen rahasia AS menyebutkan bahwa serangan militer Amerika terhadap Iran akhir pekan lalu ternyata hanya membuat program nuklir Teheran mundur beberapa bulan saja — jauh dari klaim Presiden Donald Trump yang menyebutnya sebagai “kehancuran total.”
Beberapa media AS, Selasa (24/6), mengutip orang dalam yang tahu isi laporan Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA), dan mengatakan bahwa serangan udara dan misil tersebut memang menghantam beberapa fasilitas, tapi tidak benar-benar menghancurkan alat pengayaan uranium (sentrifugal) atau stok uranium Iran yang sudah diperkaya.
Disebutkan juga bahwa bom dan misil yang dijatuhkan memang sempat menutup akses ke beberapa fasilitas, tapi bangunan bawah tanahnya tetap utuh dan tidak hancur total.
Laporan dari DIA ini rupanya bikin Trump kesal. Ia menyerang media seperti CNN dan The New York Times, menuduh mereka meremehkan keberhasilan serangan militer tersebut.
“FASILITAS NUKLIR DI IRAN SUDAH HANCUR TOTAL!” tulis Trump di platform miliknya, Truth Social, dengan huruf besar semua.
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengakui bahwa laporan DIA itu asli, tapi menurutnya isinya “benar-benar keliru” dan harusnya dirahasiakan sebagai dokumen “top secret.” Ia menuding laporan itu bocor dengan sengaja untuk menjatuhkan Trump dan menyudutkan militer.
“Semua orang tahu apa yang terjadi kalau empat belas bom seberat 30 ribu pon dijatuhkan tepat sasaran: kehancuran total,” tulis Leavitt di platform X.
Beberapa media AS, Selasa (24/6), mengutip orang dalam yang tahu isi laporan Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA), dan mengatakan bahwa serangan udara dan misil tersebut memang menghantam beberapa fasilitas, tapi tidak benar-benar menghancurkan alat pengayaan uranium (sentrifugal) atau stok uranium Iran yang sudah diperkaya.
Disebutkan juga bahwa bom dan misil yang dijatuhkan memang sempat menutup akses ke beberapa fasilitas, tapi bangunan bawah tanahnya tetap utuh dan tidak hancur total.
Laporan dari DIA ini rupanya bikin Trump kesal. Ia menyerang media seperti CNN dan The New York Times, menuduh mereka meremehkan keberhasilan serangan militer tersebut.
“FASILITAS NUKLIR DI IRAN SUDAH HANCUR TOTAL!” tulis Trump di platform miliknya, Truth Social, dengan huruf besar semua.
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengakui bahwa laporan DIA itu asli, tapi menurutnya isinya “benar-benar keliru” dan harusnya dirahasiakan sebagai dokumen “top secret.” Ia menuding laporan itu bocor dengan sengaja untuk menjatuhkan Trump dan menyudutkan militer.
“Semua orang tahu apa yang terjadi kalau empat belas bom seberat 30 ribu pon dijatuhkan tepat sasaran: kehancuran total,” tulis Leavitt di platform X.