ITS Buka Kesempatan Masuk Prodi Teknik Pertambangan lewat Jalur Mandiri
Tim langit 7
Ahad, 29 Juni 2025 - 05:39 WIB
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mensosialisasikan program studi (Prodi) barunya, yakni Teknik Pertambangan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mensosialisasikan program studi (Prodi) barunya, yakni Teknik Pertambangan.
Prodi di bawah Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) ITS ini untuk kali pertama membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun 2025 lewat jalur Seleksi Mandiri gelombang ke-2.
Dekan FTSPK ITS Prof Adjie Pamungkas ST MDev Plg PhD menjelaskan bahwa Prodi Teknik Pertambangan ITS dirancang untuk mencetak lulusan yang mampu menjawab tantangan eksplorasi sumber daya mineral.
Mahasiswa akan mempelajari studi kelayakan, pemrosesan, hingga penutupan tambang. “Tak hanya itu, mahasiswa juga akan mempelajari ilmu geoteknik, geofisika, geologi, dan material,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Prodi Teknik Pertambangan ITS Akbar Kurniawan ST MT menambahkan bahwa angka kelulusan nasional di bidang ini masih belum memadai untuk memenuhi kebutuhan industri.
Baca juga:Tiga Inovasi ITS Percepat Ekosistem Sawit Berkelanjutan
Menurut risetnya, hanya ada 4.700 lulusan Teknik Pertambangan tiap tahun, padahal sektor ini membutuhkan hingga 9 juta tenaga kerja hingga 2040. “Artinya, kita masih kekurangan sekitar 74 persen tenaga kerja di bidang ini,” jelasnya.
Prodi di bawah Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) ITS ini untuk kali pertama membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun 2025 lewat jalur Seleksi Mandiri gelombang ke-2.
Dekan FTSPK ITS Prof Adjie Pamungkas ST MDev Plg PhD menjelaskan bahwa Prodi Teknik Pertambangan ITS dirancang untuk mencetak lulusan yang mampu menjawab tantangan eksplorasi sumber daya mineral.
Mahasiswa akan mempelajari studi kelayakan, pemrosesan, hingga penutupan tambang. “Tak hanya itu, mahasiswa juga akan mempelajari ilmu geoteknik, geofisika, geologi, dan material,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Prodi Teknik Pertambangan ITS Akbar Kurniawan ST MT menambahkan bahwa angka kelulusan nasional di bidang ini masih belum memadai untuk memenuhi kebutuhan industri.
Baca juga:Tiga Inovasi ITS Percepat Ekosistem Sawit Berkelanjutan
Menurut risetnya, hanya ada 4.700 lulusan Teknik Pertambangan tiap tahun, padahal sektor ini membutuhkan hingga 9 juta tenaga kerja hingga 2040. “Artinya, kita masih kekurangan sekitar 74 persen tenaga kerja di bidang ini,” jelasnya.