OJK Siap Terbitkan Izin Bank Syariah Muhammadiyah, Transformasi BPRS Dimulai
Tim langit 7
Ahad, 29 Juni 2025 - 13:31 WIB
OJK Siap Terbitkan Izin Bank Syariah Muhammadiyah, Transformasi BPRS Dimulai
LANGIT7.ID–Jakarta; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) yang akan didirikan Muhammadiyah akan dijadikan sebagai prototipe pengembangan bank syariah oleh organisasi masyarakat (ormas). Model bisnis bank tersebut kini sedang dipertimbangkan untuk bergerak ke arah bank komersial berskala besar atau tetap terbatas melayani ekosistem internal Muhammadiyah.
“Muhammadiyah itu akan mengeluarkan dulu yang namanya BPRS, nah itu akan menjadi prototype sebetulnya. Jadi apakah nanti akan bergerak ke arah bank komersial yang gede itu sedang mereka pikirkan,” pungkas Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Raedi Opening BSI International Expo 2025, di Jakarta International Convention Center, dikutip Minggu (29/6/2025).
Muhammadiyah, sebagai salah satu ormas tertua dan terbesar di Indonesia, disebut memiliki karakteristik unik dalam struktur organisasinya. OJK pun menyerahkan sepenuhnya arah pengembangan bank tersebut kepada Muhammadiyah.
Dian mengatakan bahwa saat ini perizinan bank syariah Muhammadiyah sedang dalam proses finalisasi. Ia memperkirakan izin akan terbit dalam waktu dekat, bahkan kemungkinan besar dalam sebulan ke depan.
“Iya sudah. Iya, kayaknya sudah mau keluar izinnya ini, enggak lama lagi. Mungkin sebulan ini lah, saya kira sudah keluar,” ujar Dian.
Muhammadiyah sendiri merancang pendirian bank syariah ini melalui transformasi salah satu BPRS yang dimiliki Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (Uhamka), yakni BPRS Matahari Artha Daya di Ciputat, Tangerang Selatan. Bank tersebut akan dijadikan perusahaan cangkang sebagai wadah awal sebelum bank syariah umum diluncurkan.
“Iya itu akan menjadi. Nah setelah itu nanti akan ditransformasi. Itu sebenarnya ganti nama dulu, terus kemudian baru yang lainnya. Nanti mudah-mudahan bisa begitu. nanti mungkin sampai bank umum juga,” sambung Dian.
“Muhammadiyah itu akan mengeluarkan dulu yang namanya BPRS, nah itu akan menjadi prototype sebetulnya. Jadi apakah nanti akan bergerak ke arah bank komersial yang gede itu sedang mereka pikirkan,” pungkas Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Raedi Opening BSI International Expo 2025, di Jakarta International Convention Center, dikutip Minggu (29/6/2025).
Muhammadiyah, sebagai salah satu ormas tertua dan terbesar di Indonesia, disebut memiliki karakteristik unik dalam struktur organisasinya. OJK pun menyerahkan sepenuhnya arah pengembangan bank tersebut kepada Muhammadiyah.
Dian mengatakan bahwa saat ini perizinan bank syariah Muhammadiyah sedang dalam proses finalisasi. Ia memperkirakan izin akan terbit dalam waktu dekat, bahkan kemungkinan besar dalam sebulan ke depan.
“Iya sudah. Iya, kayaknya sudah mau keluar izinnya ini, enggak lama lagi. Mungkin sebulan ini lah, saya kira sudah keluar,” ujar Dian.
Muhammadiyah sendiri merancang pendirian bank syariah ini melalui transformasi salah satu BPRS yang dimiliki Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (Uhamka), yakni BPRS Matahari Artha Daya di Ciputat, Tangerang Selatan. Bank tersebut akan dijadikan perusahaan cangkang sebagai wadah awal sebelum bank syariah umum diluncurkan.
“Iya itu akan menjadi. Nah setelah itu nanti akan ditransformasi. Itu sebenarnya ganti nama dulu, terus kemudian baru yang lainnya. Nanti mudah-mudahan bisa begitu. nanti mungkin sampai bank umum juga,” sambung Dian.