Prada Dituntut Ganti Rugi, Buntut Tudingan Menjiplak Sandal Tradisional India
Lusi mahgriefie
Sabtu, 05 Juli 2025 - 10:09 WIB
Sandal Kolhupor khas India yang disebut-sebut telah dijiplak merek Prada untuk dijadikan koleksi terbaru mereka.
Aksi protes warga India terhadap jenama Prada, berbuntut panjang. Merek asal Italia itu dituduh merampas budaya India usai memamerkan koleksi alas kaki terbaru, yang amat mirip dengan sandal tradisional asal India. Tuntutan ganti rugi dan kompensasi kepada pengrajin lokal pun telah diajukan.
Prada meluncurkan koleksi alas kaki terbaru berupa sandal anyaman, yang dipamerkan di Milan Fashion Week pekan lalu. Sandal itu memiliki pola anyaman berujung terbuka yang sangat mirip dengan sandal Kolhapuri tradisional yang dibuat di negara bagian Maharashtra dan Karnataka, India.
Baca juga:Koleksi Terbaru Prada Tuai Protes karena Dinilai Merampas Budaya India
Pada penjelasannya, Prada menggambarkan sandal tersebut sebagai "leather footwear" atau "alas kaki kulit", tetapi tidak menyebutkan asal-usulnya dari India.
Sontak hal inilah yang memicu reaksi keras, serta tuduhan perampasan budaya di India. Ribuan perajin lokal yang membuat alas kaki kulit tradisional dengan tangan, secara manual, melancarkan serangan kolektif terhadap Prada karena menjiplak desain mereka tanpa menyebutkan sumbernya.
Untuk saat ini, permohonan telah diajukan di pengadilan tinggi, menuntut Prada membayar ganti rugi dan kompensasi kepada para perajin, beserta kerja sama yang diawasi pengadilan antara label mewah tersebut dan asosiasi perajin. Melansir BBC, Sabtu (5/7/2025).
Salah satu pengrajin bernama Sadashiv Sanake (58) menjadi saksi kerja keras di balik pembuatan sandal kulit Kolhapuri yang ikonik.
Prada meluncurkan koleksi alas kaki terbaru berupa sandal anyaman, yang dipamerkan di Milan Fashion Week pekan lalu. Sandal itu memiliki pola anyaman berujung terbuka yang sangat mirip dengan sandal Kolhapuri tradisional yang dibuat di negara bagian Maharashtra dan Karnataka, India.
Baca juga:Koleksi Terbaru Prada Tuai Protes karena Dinilai Merampas Budaya India
Pada penjelasannya, Prada menggambarkan sandal tersebut sebagai "leather footwear" atau "alas kaki kulit", tetapi tidak menyebutkan asal-usulnya dari India.
Sontak hal inilah yang memicu reaksi keras, serta tuduhan perampasan budaya di India. Ribuan perajin lokal yang membuat alas kaki kulit tradisional dengan tangan, secara manual, melancarkan serangan kolektif terhadap Prada karena menjiplak desain mereka tanpa menyebutkan sumbernya.
Untuk saat ini, permohonan telah diajukan di pengadilan tinggi, menuntut Prada membayar ganti rugi dan kompensasi kepada para perajin, beserta kerja sama yang diawasi pengadilan antara label mewah tersebut dan asosiasi perajin. Melansir BBC, Sabtu (5/7/2025).
Salah satu pengrajin bernama Sadashiv Sanake (58) menjadi saksi kerja keras di balik pembuatan sandal kulit Kolhapuri yang ikonik.