Elon Musk Bentuk Partai Politik Baru, Buntut Perseteruannya dengan Donald Trump
Lusi mahgriefie
Ahad, 06 Juli 2025 - 19:57 WIB
Elon Musk umumkan membentuk partai politik baru, bernama Partai Amerika, buntut perseteruannya dengan Presiden AS Donald Trump. Foto: People
Elon Musk meluncurkan partai politik baru, beberapa minggu setelah berselisih keras dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Parpol itu diberi nama, Partai Amerika.
Miliarder itu mengumumkan di platform media sosial X, bahwa ia telah mendirikan Partai Amerika yang disebutnya sebagai tantangan terhadap sistem dua partai yaitu Republik dan Demokrat.
Namun, tidak jelas apakah partai tersebut telah terdaftar secara resmi di otoritas pemilu AS. Musk, yang lahir di luar AS dan karenanya tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai presiden AS, tidak mengatakan siapa yang akan memimpin partai tersebut.
Baca juga: Tak Hanya Terkaya di Dunia, Elon Musk Jadi Manusia Pertama yang Punya Harta Rp6.800 Triliun
Diketahui Musk berseteru dengan Trump. Ini membuat Musk meninggalkan perannya dalam pemerintahan dan terlibat dalam pertengkaran publik yang sengit dengan mantan sekutunya itu.
Selama pertikaian itu, Musk mengunggah jajak pendapat di X yang menanyakan kepada pengguna apakah harus ada partai politik baru di AS.
Kemudian, mengacu pada jajak pendapat itu dalam unggahannya pada hari Sabtu, Musk menulis: "Dengan faktor 2 banding 1, Anda menginginkan partai politik baru dan Anda akan mendapatkannya!
Miliarder itu mengumumkan di platform media sosial X, bahwa ia telah mendirikan Partai Amerika yang disebutnya sebagai tantangan terhadap sistem dua partai yaitu Republik dan Demokrat.
Namun, tidak jelas apakah partai tersebut telah terdaftar secara resmi di otoritas pemilu AS. Musk, yang lahir di luar AS dan karenanya tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai presiden AS, tidak mengatakan siapa yang akan memimpin partai tersebut.
Baca juga: Tak Hanya Terkaya di Dunia, Elon Musk Jadi Manusia Pertama yang Punya Harta Rp6.800 Triliun
Diketahui Musk berseteru dengan Trump. Ini membuat Musk meninggalkan perannya dalam pemerintahan dan terlibat dalam pertengkaran publik yang sengit dengan mantan sekutunya itu.
Selama pertikaian itu, Musk mengunggah jajak pendapat di X yang menanyakan kepada pengguna apakah harus ada partai politik baru di AS.
Kemudian, mengacu pada jajak pendapat itu dalam unggahannya pada hari Sabtu, Musk menulis: "Dengan faktor 2 banding 1, Anda menginginkan partai politik baru dan Anda akan mendapatkannya!