home global news

Kementerian Kebudayaan Terima Hibah Gramofon Bersejarah Milik Yo Kim Tjan, Menteri Kebudayaan Sebut Bisa Memperkaya Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Selasa, 08 Juli 2025 - 18:50 WIB
Kementerian Kebudayaan Terima Hibah Gramofon Bersejarah Milik Yo Kim Tjan, Menteri Kebudayaan Sebut Bisa Memperkaya Sejarah Kemerdekaan Indonesia
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Kebudayaan menerima hibah sebuah gramofon bersejarah milik Yo Kim Tjan, yang akan menjadi bagian dari koleksi Museum Sumpah Pemuda. Acara serah terima dilakukan secara langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta. Menbud Fadli Zon menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi Yo Kim Tjan dalam sejarah kebangsaan Indonesia.



“Kementerian Kebudayaan sangat mengapresiasi hibah dari alat pemutar atau gramofon yang sangat bersejarah ini, yang merupakan koleksi dari keluarga,” ujar Menbud Fadli dalam sambutannya. Ia juga mengenang pertama kali mendengar nama Yo Kim Tjan sebagai seorang kolektor musik yang tekun dan berdedikasi. Menurutnya, koleksi ini tidak hanya penting secara fisik, tetapi juga memiliki nilai naratif yang memperkaya sejarah kemerdekaan Indonesia.



Gramofon yang diserahkan merupakan milik Yo Kim Tjan (1899–1968), seorang saudagar Tionghoa yang memainkan peran penting dalam sejarah awal rekaman lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Master rekaman “Indonesia Raya” tersebut pertama kali direkam di Batavia pada 1927 melalui studio milik Yo Kim Tjan, Electric Recording Yo Kim Tjan. Versi awal ini dimainkan dalam gaya keroncong oleh Populair Orchest, dengan W.R. Soepratman sebagai pemain biola. Pada 1928, Yo Kim Tjan membawa master rekaman itu ke Eropa untuk diperbanyak di Inggris.



Ketika piringan-piringan hasil cetakan itu tiba kembali di Hindia Belanda pada 1930, gramofon ini menjadi alat pertama yang memutarnya—sebagai pembuka dari perjalanan panjang lagu kebangsaan Indonesia yang sempat dilarang oleh pemerintah kolonial, tetapi justru kian memperkuat semangat kemerdekaan di kalangan rakyat. Gramofon ini adalah saksi dari sejarah bangsa yang bukan sekadar pemutar musik, melainkan jembatan antara teknologi, seni, dan perjuangan identitas Indonesia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya