Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Di Bawah Pohon Arbei
Miftah yusufpati
Kamis, 10 Juli 2025 - 16:00 WIB
Segala sesuatu sudah pada tempatnya, sesuai dengan hikmah Sang Pencipta. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Suatu siang yang tenang, Nasrudin Hoja duduk bersantai di bawah pohon arbei di kebunnya. Angin berhembus pelan, burung-burung berceloteh riang, dan matahari menyinari kebun dengan lembut.
Sambil menyandarkan punggung ke batang pohon, ia memandangi kebunnya yang luas. Pandangannya jatuh pada tanaman labu yang merambat di tanah, dengan buah-buah besar menggantung, ranum dan mengkilap. Lalu ia menengadah, melihat ke atas, ke dahan-dahan arbei yang kokoh, yang hanya menghasilkan buah kecil-kecil.
Sambil mengelus jenggotnya, Nasrudin merenung keras.
“Aneh benar,” gumamnya, “kenapa pohon arbei yang besar dan kuat ini hanya bisa menghasilkan buah kecil? Padahal labu itu… hanya batang lunak merambat di tanah… bisa menghasilkan buah yang besar-besar.”
Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Melihat Apa Adanya
Ia geleng-geleng kepala, berusaha mencari hikmahnya.
Tiba-tiba, angin berhembus sedikit lebih kencang, ranting arbei bergoyang, dan… plok! Sebiji arbei ranum jatuh tepat di kepalanya yang kebetulan sedang tidak bersorban.
Sambil menyandarkan punggung ke batang pohon, ia memandangi kebunnya yang luas. Pandangannya jatuh pada tanaman labu yang merambat di tanah, dengan buah-buah besar menggantung, ranum dan mengkilap. Lalu ia menengadah, melihat ke atas, ke dahan-dahan arbei yang kokoh, yang hanya menghasilkan buah kecil-kecil.
Sambil mengelus jenggotnya, Nasrudin merenung keras.
“Aneh benar,” gumamnya, “kenapa pohon arbei yang besar dan kuat ini hanya bisa menghasilkan buah kecil? Padahal labu itu… hanya batang lunak merambat di tanah… bisa menghasilkan buah yang besar-besar.”
Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Melihat Apa Adanya
Ia geleng-geleng kepala, berusaha mencari hikmahnya.
Tiba-tiba, angin berhembus sedikit lebih kencang, ranting arbei bergoyang, dan… plok! Sebiji arbei ranum jatuh tepat di kepalanya yang kebetulan sedang tidak bersorban.