Ketenangan Kunci Anisimova Tumbangkan Sabalenka Dalam Berebut Tikel Final Wimbledon, 30 Miliar Sudah Pasti di Tangan
Sururi al faruq
Kamis, 10 Juli 2025 - 23:29 WIB
Ketenangan Kunci Anisimova Tumbangkan Sabalenka Dalam Berebut Tikel Final Wimbledon, 30 Miliar Sudah Pasti di Tangan
LANGIT7.ID-London; Petenis Amerika Amanda Anisimova benar benar tampil luar biasa saat duel dengan petenis no 1 dunia Aryna Sabalenka dalam berebut tiket final wimbledon.
Sabalenka, asal Latvia, yang dikenal petenis garang seperti harimau lapar saat tampil di lapangan benar bebar tidak bikin keder Anisimova. Petenis peringkat 13 dunia ini, meladeni kegarangan Sabalenka dengan penuh ketenangan dan fokus.
Dengan jurusnya itu, dalam duel dengan suhu yang panas Amanda Anisimova dengan ketenangannya sukses untuk meraih final Grand Slam pertamanya, mengalahkan unggulan pertama Aryna Sabalenka dengan skor 6-4, 4-6, 6-4 dalam waktu 2 jam 37 menit. Kesuksesan ini sekaligus Anisimova mengubur mimpi Sabalenka yang ambisius.
Ini menjadi kemenangan keenam Anisimova atas pemain Top 5, sekaligus yang pertama atas petenis No. 1 dunia. Empat dari enam kemenangan itu diraih atas Sabalenka, membuat rekor head-to-head mereka kini 6-3 untuk Anisimova.
Petenis Amerika berusia 23 tahun itu menjadi pemain kelahiran abad ke-21 pertama yang mencapai final Wimbledon. Unggulan kedelapan Iga Swiatek bisa menyusul jika menang atas Belinda Bencic di semifinal berikutnya (saat berita ditulis kedua petenis sedang bermain).
Anisimova juga menjadi petenis ketujuh kelahiran abad ke-21 yang lolos ke final major, setelah Bianca Andreescu, Swiatek, Emma Raducanu, Leylah Fernandez, Coco Gauff, dan Zheng Qinwen.
Sebagai bintang junior yang cepat mencuri perhatian di Hologic WTA Tour (semifinal Roland Garros 2019 di usia 17 tahun), perjalanan Anisimova tak selalu mulus. Pada 2023, ia mengambil cuti 7 bulan untuk alasan kesehatan mental. Tahun lalu, ia masih dalam fase comeback dengan peringkat 189, sehingga harus melewati kualifikasi Wimbledon—namun kalah dari Eva Lys.
Sabalenka, asal Latvia, yang dikenal petenis garang seperti harimau lapar saat tampil di lapangan benar bebar tidak bikin keder Anisimova. Petenis peringkat 13 dunia ini, meladeni kegarangan Sabalenka dengan penuh ketenangan dan fokus.
Dengan jurusnya itu, dalam duel dengan suhu yang panas Amanda Anisimova dengan ketenangannya sukses untuk meraih final Grand Slam pertamanya, mengalahkan unggulan pertama Aryna Sabalenka dengan skor 6-4, 4-6, 6-4 dalam waktu 2 jam 37 menit. Kesuksesan ini sekaligus Anisimova mengubur mimpi Sabalenka yang ambisius.
Ini menjadi kemenangan keenam Anisimova atas pemain Top 5, sekaligus yang pertama atas petenis No. 1 dunia. Empat dari enam kemenangan itu diraih atas Sabalenka, membuat rekor head-to-head mereka kini 6-3 untuk Anisimova.
Petenis Amerika berusia 23 tahun itu menjadi pemain kelahiran abad ke-21 pertama yang mencapai final Wimbledon. Unggulan kedelapan Iga Swiatek bisa menyusul jika menang atas Belinda Bencic di semifinal berikutnya (saat berita ditulis kedua petenis sedang bermain).
Anisimova juga menjadi petenis ketujuh kelahiran abad ke-21 yang lolos ke final major, setelah Bianca Andreescu, Swiatek, Emma Raducanu, Leylah Fernandez, Coco Gauff, dan Zheng Qinwen.
Sebagai bintang junior yang cepat mencuri perhatian di Hologic WTA Tour (semifinal Roland Garros 2019 di usia 17 tahun), perjalanan Anisimova tak selalu mulus. Pada 2023, ia mengambil cuti 7 bulan untuk alasan kesehatan mental. Tahun lalu, ia masih dalam fase comeback dengan peringkat 189, sehingga harus melewati kualifikasi Wimbledon—namun kalah dari Eva Lys.