LANGIT7.ID-London; Petenis Amerika Amanda Anisimova benar benar tampil luar biasa saat duel dengan petenis no 1 dunia Aryna Sabalenka dalam berebut tiket final wimbledon.
Sabalenka, asal Latvia, yang dikenal petenis garang seperti harimau lapar saat tampil di lapangan benar bebar tidak bikin keder Anisimova. Petenis peringkat 13 dunia ini, meladeni kegarangan Sabalenka dengan penuh ketenangan dan fokus.
Dengan jurusnya itu, dalam duel dengan suhu yang panas Amanda Anisimova dengan ketenangannya sukses untuk meraih final Grand Slam pertamanya, mengalahkan unggulan pertama Aryna Sabalenka dengan skor 6-4, 4-6, 6-4 dalam waktu 2 jam 37 menit. Kesuksesan ini sekaligus Anisimova mengubur mimpi Sabalenka yang ambisius.
Ini menjadi kemenangan keenam Anisimova atas pemain Top 5, sekaligus yang pertama atas petenis No. 1 dunia. Empat dari enam kemenangan itu diraih atas Sabalenka, membuat rekor head-to-head mereka kini 6-3 untuk Anisimova.
Petenis Amerika berusia 23 tahun itu menjadi pemain kelahiran abad ke-21 pertama yang mencapai final Wimbledon. Unggulan kedelapan Iga Swiatek bisa menyusul jika menang atas Belinda Bencic di semifinal berikutnya (saat berita ditulis kedua petenis sedang bermain).
Anisimova juga menjadi petenis ketujuh kelahiran abad ke-21 yang lolos ke final major, setelah Bianca Andreescu, Swiatek, Emma Raducanu, Leylah Fernandez, Coco Gauff, dan Zheng Qinwen.
Sebagai bintang junior yang cepat mencuri perhatian di Hologic WTA Tour (semifinal Roland Garros 2019 di usia 17 tahun), perjalanan Anisimova tak selalu mulus. Pada 2023, ia mengambil cuti 7 bulan untuk alasan kesehatan mental. Tahun lalu, ia masih dalam fase comeback dengan peringkat 189, sehingga harus melewati kualifikasi Wimbledon—namun kalah dari Eva Lys.
Namun, sejak itu, Anisimova melesat ke Top 20 setelah meraih final WTA 1000 pertamanya di Toronto (Agustus 2024) dan gelar WTA 1000 perdananya di Doha (Februari 2025). Ia dipastikan akan debut di Top 10 pekan depan.
Selisih 6 tahun 34 hari antara dua semifinal major pertamanya adalah yang terpanjang keempat di Era Terbuka (di bawah Mirjana Lucic-Baroni, Natasha Zvereva, dan Lori McNeil). Sementara, Bencic menempati posisi kelima dengan selisih 5 tahun 309 hari sejak semifinal US Open 2019.
Hadiah Wimbledon 2025 dalam Rupiah-Juara tunggal putra/putri:
- Rp60 miliar (£3 juta) (naik Rp6 miliar dari 2024)
- Runner-up: Rp30,4 miliar (£1,52 juta)
- Semifinalis: Rp15,5 miliar (£775.000)
- Perempat final: Rp8 miliar (£400.000)
- 16 besar: Rp4,8 miliar (£240.000)
- 32 besar: Rp3,04 miliar (£152.000)
- Babak kedua: Rp1,98 miliar (£99.000)
- Babak pertama: Rp1,32 miliar (£66.000)
Total hadiah turnamen mencapai Rp1,071 triliun (£53,55 juta), termasuk untuk pemain yang gagal di kualifikasi. Hadiah tidak bersifat kumulatif—pemain hanya mendapat sesuai babak tersingkir.
Kompetisi lain (ganda/campuran) memiliki hadiah lebih kecil dibanding tunggal(*/saf/wtatour/bbc)
(lam)