Final Idial Wimbledon: Sinner VS Alcaraz Bakal Terjadi Pertarungan Menegangkan, Djokovic Yang Gagal Jadi Penonton
Sururi al faruq
Sabtu, 12 Juli 2025 - 06:13 WIB
Final Idial Wimbledon: Sinner VS Alcaraz Bakal Terjadi Pertarungan Menegangkan, Djokovic Yang Gagal Jadi Penonton
LANGIT7.ID-London; Petenis no 1 dunia Jannik Sinner masih yang terbaik saat duel dengan seniornya, Novak Djokovic. Dalam duel perebutan tiket final wimbledon, akhirnya terjadi permainan yang tidak seimbang. Meskipun saat tampil di perempat final lawan Cobolli asal Italia juga, Djokovic terliat sangat perkasa, namun ketika bertemu Sinner di semifinal memang harus diakui; Djokovic sudah kalah segalanya. Dan pupuslah ambisi Djokovic dalam berburu grand slam ke 25.
Meskipun lapangan rumput, Djokovic merasa lebih percaya diri karena punya pengalaman mengoleksi 7 grand slam dari Wimbledon, namun fakta terkini; Djokovic yang sudah mengoleksi 24 grand slam; harus mengakui Sinner yang jauh lebih muda dengan skilnya yang tinggi ternyata jauh lebih baik. Power, speed dari spin, forehand, backhand dan service, Sinner kini memang lebih baik. Kepiawian Djokovic dengan permainan bola bola baseline benar benar terkunci oleh kecepatan dan kelincahan permainan Sinner yang kini bernafsu merebut grand slam ke 4, terutama dari wimbledon karena ia belum pernah mendapatkannya.
Sinner mengalahkan Djokovic pada hari Jumat untuk mencapai pertandingan final Wimbledon pertamanya sekaligus meraih kesempatan membalas kekalahan di final grand slam sebelumnya.
Petenis Italia itu dengan mudah mengatasi Djokovic yang sedang mengalami cedera dengan skor 6-3, 6-3, 6-4 di semifinal turnamen lapangan rumput ini, mengamankan tempatnya di final melawan Carlos Alcaraz. Bulan lalu, Sinner gagal memanfaatkan tiga match point melawan Alcaraz di final Roland Garros. Kini, keduanya akan kembali bersaing di Centre Court legendaris All England Club pada hari Minggu. Tentu ini akan menjadi duel dua anak muda yang sepadan. Sama sama ingin membuktikan siapa anak muda yang terbaik.
"Aku tidak percaya," kata Sinner ketika ditanya tentang pencapaiannya menuju final Wimbledon pertamanya. "Ini turnamen yang selalu aku tonton sejak kecil. Tidak pernah terbayang bisa bermain di final di sini, ini luar biasa. Aku tahu seberapa besar kerja keras yang aku dan timku lakukan. Ayah dan saudaraku baru tiba hari ini, jadi ini semakin spesial."
Meski gerakan Djokovic jauh dari yang terbaik setelah cedera di pertandingan perempat final melawan Flavio Cobolli, Sinner tetap menunjukkan permainan tajam untuk meraih kemenangan dalam 1 jam 55 menit. Kecuali sedikit kesalahan di awal set ketiga yang membuatnya tertinggal 0-3, pemain peringkat satu PIF ATP Rankings itu bermain presisi saat servis dan solid dari garis baseline sepanjang pertandingan.
Meskipun lapangan rumput, Djokovic merasa lebih percaya diri karena punya pengalaman mengoleksi 7 grand slam dari Wimbledon, namun fakta terkini; Djokovic yang sudah mengoleksi 24 grand slam; harus mengakui Sinner yang jauh lebih muda dengan skilnya yang tinggi ternyata jauh lebih baik. Power, speed dari spin, forehand, backhand dan service, Sinner kini memang lebih baik. Kepiawian Djokovic dengan permainan bola bola baseline benar benar terkunci oleh kecepatan dan kelincahan permainan Sinner yang kini bernafsu merebut grand slam ke 4, terutama dari wimbledon karena ia belum pernah mendapatkannya.
Sinner mengalahkan Djokovic pada hari Jumat untuk mencapai pertandingan final Wimbledon pertamanya sekaligus meraih kesempatan membalas kekalahan di final grand slam sebelumnya.
Petenis Italia itu dengan mudah mengatasi Djokovic yang sedang mengalami cedera dengan skor 6-3, 6-3, 6-4 di semifinal turnamen lapangan rumput ini, mengamankan tempatnya di final melawan Carlos Alcaraz. Bulan lalu, Sinner gagal memanfaatkan tiga match point melawan Alcaraz di final Roland Garros. Kini, keduanya akan kembali bersaing di Centre Court legendaris All England Club pada hari Minggu. Tentu ini akan menjadi duel dua anak muda yang sepadan. Sama sama ingin membuktikan siapa anak muda yang terbaik.
"Aku tidak percaya," kata Sinner ketika ditanya tentang pencapaiannya menuju final Wimbledon pertamanya. "Ini turnamen yang selalu aku tonton sejak kecil. Tidak pernah terbayang bisa bermain di final di sini, ini luar biasa. Aku tahu seberapa besar kerja keras yang aku dan timku lakukan. Ayah dan saudaraku baru tiba hari ini, jadi ini semakin spesial."
Meski gerakan Djokovic jauh dari yang terbaik setelah cedera di pertandingan perempat final melawan Flavio Cobolli, Sinner tetap menunjukkan permainan tajam untuk meraih kemenangan dalam 1 jam 55 menit. Kecuali sedikit kesalahan di awal set ketiga yang membuatnya tertinggal 0-3, pemain peringkat satu PIF ATP Rankings itu bermain presisi saat servis dan solid dari garis baseline sepanjang pertandingan.