Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home sports detail berita

Final Idial Wimbledon: Sinner VS Alcaraz Bakal Terjadi Pertarungan Menegangkan, Djokovic Yang Gagal Jadi Penonton

sururi al faruq Sabtu, 12 Juli 2025 - 06:13 WIB
Final Idial Wimbledon: Sinner VS Alcaraz Bakal Terjadi Pertarungan Menegangkan, Djokovic Yang Gagal Jadi Penonton
LANGIT7.ID-London; Petenis no 1 dunia Jannik Sinner masih yang terbaik saat duel dengan seniornya, Novak Djokovic. Dalam duel perebutan tiket final wimbledon, akhirnya terjadi permainan yang tidak seimbang. Meskipun saat tampil di perempat final lawan Cobolli asal Italia juga, Djokovic terliat sangat perkasa, namun ketika bertemu Sinner di semifinal memang harus diakui; Djokovic sudah kalah segalanya. Dan pupuslah ambisi Djokovic dalam berburu grand slam ke 25.

Meskipun lapangan rumput, Djokovic merasa lebih percaya diri karena punya pengalaman mengoleksi 7 grand slam dari Wimbledon, namun fakta terkini; Djokovic yang sudah mengoleksi 24 grand slam; harus mengakui Sinner yang jauh lebih muda dengan skilnya yang tinggi ternyata jauh lebih baik. Power, speed dari spin, forehand, backhand dan service, Sinner kini memang lebih baik. Kepiawian Djokovic dengan permainan bola bola baseline benar benar terkunci oleh kecepatan dan kelincahan permainan Sinner yang kini bernafsu merebut grand slam ke 4, terutama dari wimbledon karena ia belum pernah mendapatkannya.

Sinner mengalahkan Djokovic pada hari Jumat untuk mencapai pertandingan final Wimbledon pertamanya sekaligus meraih kesempatan membalas kekalahan di final grand slam sebelumnya.

Petenis Italia itu dengan mudah mengatasi Djokovic yang sedang mengalami cedera dengan skor 6-3, 6-3, 6-4 di semifinal turnamen lapangan rumput ini, mengamankan tempatnya di final melawan Carlos Alcaraz. Bulan lalu, Sinner gagal memanfaatkan tiga match point melawan Alcaraz di final Roland Garros. Kini, keduanya akan kembali bersaing di Centre Court legendaris All England Club pada hari Minggu. Tentu ini akan menjadi duel dua anak muda yang sepadan. Sama sama ingin membuktikan siapa anak muda yang terbaik.

"Aku tidak percaya," kata Sinner ketika ditanya tentang pencapaiannya menuju final Wimbledon pertamanya. "Ini turnamen yang selalu aku tonton sejak kecil. Tidak pernah terbayang bisa bermain di final di sini, ini luar biasa. Aku tahu seberapa besar kerja keras yang aku dan timku lakukan. Ayah dan saudaraku baru tiba hari ini, jadi ini semakin spesial."

Final Idial Wimbledon: Sinner VS Alcaraz Bakal Terjadi Pertarungan Menegangkan, Djokovic Yang Gagal Jadi Penonton

Meski gerakan Djokovic jauh dari yang terbaik setelah cedera di pertandingan perempat final melawan Flavio Cobolli, Sinner tetap menunjukkan permainan tajam untuk meraih kemenangan dalam 1 jam 55 menit. Kecuali sedikit kesalahan di awal set ketiga yang membuatnya tertinggal 0-3, pemain peringkat satu PIF ATP Rankings itu bermain presisi saat servis dan solid dari garis baseline sepanjang pertandingan.

"Di pihakku, servisku hari ini sangat bagus," ungkap Sinner. "Aku merasa nyaman di lapangan. Gerakanku jauh lebih baik hari ini, dan kita semua bisa melihat, terutama di set ketiga, bahwa dia sedikit cedera. Dia terjatuh di beberapa poin terakhir di perempat final. Dia dalam situasi sulit, tapi aku berusaha tetap tenang dan bermain sebaik mungkin, terutama di momen-momen penting."

Dengan mengalahkan Djokovic, Sinner telah mencapai final di keempat turnamen Grand Slam. Dia menjadi petenis ke-11 yang mencapai pencapaian ini di Era Terbuka. Pada usia 23 tahun, Sinner kini telah memenangkan lima pertandingan beruntun melawan Djokovic, termasuk kemenangan di semifinal Grand Slam (Australian Open 2024, Roland Garros 2025, dan Wimbledon).

Kondisi fisik Djokovic dipertanyakan sebelum semifinal setelah dia terjatuh di game terakhir melawan Cobolli pada hari Rabu. Juara tujuh kali Wimbledon itu membatalkan sesi latihannya di Aorangi Park pada hari Kamis, dan saat semifinal melawan Sinner dimulai, dia terlihat kesulitan bergerak ketika dipaksa berlari ke sisi lapangan.

Sinner sendiri sempat mengalami masalah kebugaran di Wimbledon setelah tergelincir di awal babak keempat melawan Grigor Dimitrov, yang akhirnya mundur meski unggul dua set atasnya. Namun, Sinner kemudian dengan mudah mengalahkan Ben Shelton di babak keempat, dan penampilannya melawan Djokovic membuktikan bahwa dia kembali dalam performa terbaik.

Sebagai juara bertahan US Open dan Australian Open, Sinner langsung memberikan tekanan dengan mematahkan servis Djokovic di game ketiga pertandingan, lalu mengamankan dua set pertama tanpa kesulitan berarti. Sinner memukul bola dengan bersih dari kedua sisi dan mengulangi performa servis memukau yang ditunjukkannya melawan Shelton. Pemain nomor satu dunia itu hanya kehilangan 17 poin saat servis, dengan delapan di antaranya terjadi di dua game servis pertamanya di set ketiga.

Djokovic, yang hanya memenangkan 17% (5/30) poin dari servis keduanya, menerima perawatan medis untuk paha kirinya di akhir set kedua. Meski sempat unggul 3-0 di set ketiga, dia tidak bisa mempertahankan momentum. Dengan Sinner mendominasi rally-rally panjang, petenis Italia itu memenangkan lima game beruntun. Meski Djokovic menyelamatkan dua match point untuk bertahan di 4-5, Sinner tidak memberikan kesempatan lagi dan menutup pertandingan dengan servisnya sendiri.

Alcaraz memimpin rekor head-to-head melawan Sinner 8-4 sebelum final hari Minggu, termasuk lima kemenangan beruntun di level tur. Namun, Sinner pernah mengalahkan Alcaraz di satu-satunya pertemuan mereka di lapangan rumput: kemenangan empat set di babak keempat Wimbledon 2022.

Final Grand Slam antara Sinner dan Alcaraz semakin menegaskan munculnya era "Big Two" baru, dan setelah hari Minggu, keduanya akan membagi tujuh gelar grand slam terakhir. Pertandingan ini juga penting dalam perebutan gelar ATP Year-End No. 1 yang disponsori PIF. Saat ini, Alcaraz unggul 2.240 poin dari Sinner di PIF ATP Live Race To Turin, tetapi Sinner bisa memangkas jarak menjadi 1.540 poin jika menang di final.

"Kita sudah melihat final terakhir. Tidak ada yang tahu," kata Sinner ketika ditanya tentang pertemuan dengan Alcaraz. "Ini kehormatan besar bagiku untuk kembali berbagi lapangan dengan Carlos. Kami saling mendorong hingga batas maksimal. Dia salah satu pemain yang kukagumi. Aku suka menontonnya, dan kita semua tahu betapa berbakatnya dia. Semoga ini akan menjadi pertandingan seru seperti yang terakhir."(*/saf/atptour)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)