Kolom Ekonomi Syariah: Judol dan Kedaulatan Negara
Prof dr bambang setiaji
Senin, 14 Juli 2025 - 04:00 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Judol dan Kedaulatan Negara
LANGIT7.ID-Judol atau judi on line ber omzet terus meningkat dari Rp327 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp900 triliun pada 2024. Tim-tim pemberantas judol seperti tidak berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan judol.
Judol menyasar rakyat jelata menghancurkan keluarga keluarga miskin, ibu ibu yang sudah penat bekerja. Judol ternyata disetting menjadi candu seperti juga narkotika dengan memanfaatkan impuls psikologi. Judol merupakan permainan yang canggih, kombinasi teknologi, psikologi, jaringan, dan modal.
Sebuah pengakuan pengendali judol yang bertobat di podcast 9 menunjukkan betapa kekuatan judol sangat dahsyat. Mereka mampu memberi penghasilan pengendali lokal tier 3 sebesar 2 milyar sebulan melebihi dirut bank besar. Podcast ini menggambarkan bagaimana cara kerja dan perlindungan judol.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Modernisasi Sistem Anti Rasuah
Perang Candu
Sebagai komoditas yang adiktif judol mirip dengan candu, serangan judol melalui serbuan ciber lebih dahsyat dampaknya daripada perang candu. Perang candu adalah perang antara Cina melawan Inggris dan Perancis. Pada awal abad ke-19, perdagangan Inggris dan China mengalami defisit. China hanya mau dibayar dengan perak, terutama untuk membeli teh, sutra, dan porselen.
Untuk mengatasinya, Inggris menyelundupkan opium (candu) dari India (koloni Inggris) ke Tiongkok dan menjualnya secara ilegal. Karena merusak rakyatnya Kaisar Qing melarang opium dan menunjuk Lin Zexu memberantas peredaran candu di pelabuhan Kanton. Lin menyita dan membakar ribuan peti opium milik pedagang Inggris. terjadilah perang candu Perang Candu I (1839–1842).
Judol menyasar rakyat jelata menghancurkan keluarga keluarga miskin, ibu ibu yang sudah penat bekerja. Judol ternyata disetting menjadi candu seperti juga narkotika dengan memanfaatkan impuls psikologi. Judol merupakan permainan yang canggih, kombinasi teknologi, psikologi, jaringan, dan modal.
Sebuah pengakuan pengendali judol yang bertobat di podcast 9 menunjukkan betapa kekuatan judol sangat dahsyat. Mereka mampu memberi penghasilan pengendali lokal tier 3 sebesar 2 milyar sebulan melebihi dirut bank besar. Podcast ini menggambarkan bagaimana cara kerja dan perlindungan judol.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Modernisasi Sistem Anti Rasuah
Perang Candu
Sebagai komoditas yang adiktif judol mirip dengan candu, serangan judol melalui serbuan ciber lebih dahsyat dampaknya daripada perang candu. Perang candu adalah perang antara Cina melawan Inggris dan Perancis. Pada awal abad ke-19, perdagangan Inggris dan China mengalami defisit. China hanya mau dibayar dengan perak, terutama untuk membeli teh, sutra, dan porselen.
Untuk mengatasinya, Inggris menyelundupkan opium (candu) dari India (koloni Inggris) ke Tiongkok dan menjualnya secara ilegal. Karena merusak rakyatnya Kaisar Qing melarang opium dan menunjuk Lin Zexu memberantas peredaran candu di pelabuhan Kanton. Lin menyita dan membakar ribuan peti opium milik pedagang Inggris. terjadilah perang candu Perang Candu I (1839–1842).