Riya Merupakan Syirik Kecil, Yuk Perbaiki Hati saat Beribadah
Fajar adhitya
Ahad, 03 Oktober 2021 - 06:05 WIB
Riya merupakan syirik kecil, yuk perbaiki hati saat beribadah. (Foto: iStock).
Riya merupakan syirik kecil. Ummat Islam harus memperbaiki hati dengan cara meluruskan niat saat beribadah agar tidak ada sifat-sifat riya timbul di dalam diri.
Hadis tersebut disampaikan Rasulullah yang khawatir terhadap umatnya. "Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya." (HR Ahmad).
Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Faturrahman Kamal mengatakan, perbuatan riya ibarat semut hitam yang berada di atas batu karang hitam dan di malam hari.
"Artinya jangankan orang lain kita barangkali sebagai orang yang beramal tidak merasakan bahwa sesuatu sesuatu itu bagian dari riya," kata Faturrahman.
Untuk menghindarkan diri dari riya, dia mengatakan, ada baiknya mengingat hadist Rasulullah yang menyebut "Innamal a maalu bin niyyah" yang artinya perbuatan-perbuatan kita itu sesuai dengan niat.
Para ulama menjelaskan kepada kita tempat bersemayamnya niat itu ada di dalam qalbu, sehingga bukan di dalam pikiran apalagi lisan.
"Nah kalau niat itu berada di dalam qalbu, tentu yang harus kita rawat adalah hati itu sendiri agar tidak terjangkit dengan penyakit diantaranya adalah riya."
Hadis tersebut disampaikan Rasulullah yang khawatir terhadap umatnya. "Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya." (HR Ahmad).
Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Faturrahman Kamal mengatakan, perbuatan riya ibarat semut hitam yang berada di atas batu karang hitam dan di malam hari.
"Artinya jangankan orang lain kita barangkali sebagai orang yang beramal tidak merasakan bahwa sesuatu sesuatu itu bagian dari riya," kata Faturrahman.
Untuk menghindarkan diri dari riya, dia mengatakan, ada baiknya mengingat hadist Rasulullah yang menyebut "Innamal a maalu bin niyyah" yang artinya perbuatan-perbuatan kita itu sesuai dengan niat.
Para ulama menjelaskan kepada kita tempat bersemayamnya niat itu ada di dalam qalbu, sehingga bukan di dalam pikiran apalagi lisan.
"Nah kalau niat itu berada di dalam qalbu, tentu yang harus kita rawat adalah hati itu sendiri agar tidak terjangkit dengan penyakit diantaranya adalah riya."
(bal)