Pengangguran Makin Besar, Danantara Diminta Aktif Menciptakan Lapangan Kerja
Tim langit 7
Selasa, 15 Juli 2025 - 08:28 WIB
Pengangguran Makin Besar, Danantara Diminta Aktif Menciptakan Lapangan Kerja
LANGIT7.ID-Jakarta; Di tengah meningkatnya angka pengangguran dan pencari kerja, masalah ketenagakerjaan harus menjadi perhatian serius pemerintah.
"Fenomena ini kian mengkhawatirkan seiring dengan banyaknya lulusan SLTA yang tidak melanjutkan studi, ditambah ribuan sarjana yang belum terserap dunia kerja. Belum lagi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi belakangan ini, semakin memperburuk situasi," ujar Wakil Ketua Umum MUI Dr KH Anwar Abbas dalam pernyataannya kepada langit7.id, selasa (15/7/2025)
Anwar Abbas menjelaskan, data terbaru menunjukkan ketimpangan yang tajam antara jumlah pencari kerja dan lapangan kerja yang tersedia. Sebagai contoh, katanya, dalam rekrutmen insinyur di perusahaan milik Jusuf Kalla, dari 23.000 pelamar, hanya 20 orang yang dibutuhkan. Kasus serupa terjadi di berbagai sektor, mengindikasikan betapa sempitnya kesempatan kerja saat ini.
Jika tidak segera diatasi, imbuh dia, kondisi ini berpotensi memicu keresahan sosial bahkan mengganggu stabilitas nasional, terutama jika ada pihak-pihak yang mempolitisasi isu ini untuk kepentingan tertentu.
Dalam konteks inilah, menurut dia, Danantara sebagai pengelola aset BUMN memiliki peran strategis. Tugasnya tidak hanya meningkatkan nilai investasi dan produktivitas aset melalui pendekatan bisnis modern, tetapi juga harus memastikan bahwa efisiensi yang dijalankan berkeadilan, sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.
Artinya, Danantara tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata, melainkan juga harus berkontribusi pada pemerataan dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat. "Jika tidak, kehadirannya justru bisa menjadi "duri dalam daging" yang memperburuk masalah ketenagakerjaan dan memicu ketidakstabilan sosial,"jelasnya.
"Fenomena ini kian mengkhawatirkan seiring dengan banyaknya lulusan SLTA yang tidak melanjutkan studi, ditambah ribuan sarjana yang belum terserap dunia kerja. Belum lagi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi belakangan ini, semakin memperburuk situasi," ujar Wakil Ketua Umum MUI Dr KH Anwar Abbas dalam pernyataannya kepada langit7.id, selasa (15/7/2025)
Anwar Abbas menjelaskan, data terbaru menunjukkan ketimpangan yang tajam antara jumlah pencari kerja dan lapangan kerja yang tersedia. Sebagai contoh, katanya, dalam rekrutmen insinyur di perusahaan milik Jusuf Kalla, dari 23.000 pelamar, hanya 20 orang yang dibutuhkan. Kasus serupa terjadi di berbagai sektor, mengindikasikan betapa sempitnya kesempatan kerja saat ini.
Jika tidak segera diatasi, imbuh dia, kondisi ini berpotensi memicu keresahan sosial bahkan mengganggu stabilitas nasional, terutama jika ada pihak-pihak yang mempolitisasi isu ini untuk kepentingan tertentu.
Dalam konteks inilah, menurut dia, Danantara sebagai pengelola aset BUMN memiliki peran strategis. Tugasnya tidak hanya meningkatkan nilai investasi dan produktivitas aset melalui pendekatan bisnis modern, tetapi juga harus memastikan bahwa efisiensi yang dijalankan berkeadilan, sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.
Artinya, Danantara tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata, melainkan juga harus berkontribusi pada pemerataan dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat. "Jika tidak, kehadirannya justru bisa menjadi "duri dalam daging" yang memperburuk masalah ketenagakerjaan dan memicu ketidakstabilan sosial,"jelasnya.