LANGIT7.ID-Jakarta; Dalam rangka merayakan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Uruguai, Kedutaan Besar Republik Oriental Uruguai bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, melalui Museum dan Cagar Budaya unit Galeri Nasional Indonesia, menghadirkan Pameran Seni Rupa Uruguai “
Panorámica”. Pameran ini merupakan ruang pertukaran budaya yang mempererat hubungan persahabatan kedua negara melalui seni dan kreativitas.
Membuka secara resmi gelaran pameran “
Panorámica”, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, sampaikan apresiasi kepada Kedutaan Besar Republik Oriental Uruguai yang telah menginisiasi terselenggaranya pameran ini. Menurutnya, hubungan diplomatik tidak hanya dapat diukur melalui kerja sama politik ataupun perdagangan, tetapi juga terdapat kekuatan budaya yang menjadi jembatan antarbangsa. Dalam sambutannya Menbud mengatakan, “Melalui
Panorámica, masyarakat Indonesia memperoleh kesempatan berharga untuk menjelajahi kekayaan ekspresi seni Uruguai yang merefleksikan sejarah, identitas budaya, dan dinamika kehidupan masyarakatnya," ujar dia dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
Menbud menambahkan, beragam karya yang ditampilkan juga mengundang pengunjung untuk melihat dunia melalui perspektif yang berbeda, sekaligus memperlihatkan bagaimana seni mampu menjadi bahasa universal yang melampaui batas geografis, mempererat hubungan antarmasyarakat dan membangun pemahaman lintas budaya di antara bangsa-bangsa.
Penyelenggaraan pameran ini juga berlangsung pada momentum yang positif bagi perkembangan seni rupa Indonesia. Dalam satu dekade terakhir, seni kontemporer Indonesia terus menunjukkan kiprahnya di tingkat global melalui partisipasi para seniman Indonesia dalam berbagai museum,
biennale, dan pameran internasional. Kehadiran para seniman tidak hanya memperkenalkan kekayaan tradisi budaya Indonesia kepada dunia, tetapi juga menghadirkan perspektif yang relevan terhadap berbagai isu global, mulai dari identitas budaya, keberlanjutan, perkembangan teknologi, hingga transformasi sosial.
Duta Besar Uruguai untuk Indonesia, Cristina González, menyampaikan bahwa pameran ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan identitas budaya Uruguai kepada masyarakat Indonesia. “Pameran
Panorámica merepresentasikan semangat Uruguai sekaligus menunjukkan nilai-nilai universal yang juga dekat dengan budaya Indonesia, seperti hubungan manusia dengan alam, tradisi, dan identitas,” ujar Cristina González.
“
Panorámica” menampilkan karya dua seniman Uruguai, yakni Luis Fabini dan Manuel Rodríguez yang menghadirkan pendekatan berbeda tentang lanskap dan hubungan manusia dengan alam. Dengan pendekatan artistik yang khas, keduanya mengajak pengunjung melihat Uruguai dari dua sudut pandang.
Luis Fabini melalui seri karya fotografi mendokumentasikan kehidupan
gaucho, sosok penggembala ikonik dalam budaya Uruguai, yang berakar pada ketenangan dan ritme kehidupan pedesaan. Di balik ketenangan lanskap dan sosok gaucho yang sering dipandang heroik, tersimpan kisah tentang ketangguhan, kerja keras, dan pengalaman hidup yang nyata; sebuah hubungan yang terus dibangun antara manusia dan tanah tempat mereka berpijak. Sementara itu, Manuel Rodríguez melalui seri
Watercolor Infinite Dawn menangkap lanskap sebagai ruang yang terus bergerak, berubah, dan membentuk pengalaman batin. Melalui goresan cat air yang lembut dan nyaris samar, dihadirkan panorama sebagai ruang yang tenang dan reflektif, menciptakan pengalaman melihat yang hening, kontemplatif, dan terkadang tak sepenuhnya terduga.
Pameran “
Panorámica” juga dilengkapi dengan serangkaian program publik, di antaranya Forum Publik bersama pelukis Manuel Rodríguez dan pemutaran film Uruguai. Melalui pameran yang dikuratori oleh Alam Wisesha dan Karamina Puspitasari, Uruguai hadir bukan hanya sebagai tempat, tetapi pengalaman yang dapat dirasakan dan dibayangkan bersama. Pameran “
Panorámica” secara resmi terbuka untuk publik mulai 5 hingga 28 Juni 2026 mendatang di Gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.
Turut hadir mendampingi Menbud Fadli Zon yakni Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; dan Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin. Sementara itu hadir pula sejumlah perwakilan korps diplomatik negara sahabat seperti di antaranya Republik Federasi Brasil, Republik Belarus, Republik Chili, Republik Kolombia, Republik Kroasia, Republik Kuba, serta negara sahabat lainnya.
"Mari kita terus memperkuat jembatan kebudayaan yang menghubungkan Indonesia dan Uruguai serta berkontribusi pada terwujudnya saling pengertian dan pemahaman yang lebih baik di tingkat internasional,” tutup Menbud Fadli Zon.
(lam)